Meski Akan Dilarang Pemerintah, Kamu yang Suka ‘Thrifting’ Mungkin Setuju Ini!

Klikhijau.com – Bisnis pakaian impor bekas sebetulnya sudah ada sejak lama. Di Makassar dinamai “cakar”, di Sumatera akrab dinamai “Monza”, di daerahmu apa? Apapun namanya, banyak orang jadi penikm...

Meski Akan Dilarang Pemerintah, Kamu yang Suka ‘Thrifting’ Mungkin Setuju Ini!
Bacakan Artikel
Anis Kurniawan

Penulis, Editor in Chief Klikhijau

Jadi dengan sedikit modal, Kamu mendapat barang bagus, tentu sesuatu banget bukan?


  • Barang Vintage


Ini yang paling diinginkan penikmat “trifting”, menemukan barang-barang  model lama yang khas alias vintage. Hanya di pasar barang bekas kamu dapat merasakannya.

Menemukan barang impian ibarat menemukan suatu barang yang akan mengantar kita pada mesin waktu bernama “kenangan”. Barang-barang itu mungkin pernah jadi idola di tahun-tahun tertentu atau pernah jadi dambaan  banyak orang di waktu lampau. Mendapatkannya tentu membahagiakan bukan?


Riset Ecoton belum lama ini perihal mikroplastik mungkin layak jadi perhatian. Riset menunjukkan bahwa produksi pakaian memicu mikroplastik di udara.

Jika aktivitas “thrifting” mengurangi pembelian pakaian baru yang dapat mengurangi produksi pakaian baru, tentu jadi pertimbangan tersendiri bukan. Karenanya banyak yang mengklaim bahwa belanja barang bekas merupakan aktivitas ramah lingkungan.


  • Melatih Ketelatenan


Betapa pun, belanja “thrifting” perlu ketelitian tingkat dewa. Namun disinilah seninya. Kita perlu detail, apik dan super telaten memeriksa bagian-bagian dari barang yang diinginkan.

Proses memilah dan memilah ini akan melatih kesabaran dan ketelatenan. Sangat mirip dengan aktivitas memancing di laut atau di sungai, perlu kesabaran dan ketelatenan. Namun, jika berhasil mendapatkan sesuatu yang diinginkan, wow senangnya bukan main.


  • Melatih “Slow Living”


Nah, di tengah aktivitas keseharian yang riuh dan super cepat, kita perlu suatu aktivitas yang mengembalikan fokus kita menyadari sensasi kehidupan. Kita membutuhkan suasana yang menekankan aspek kualitas, fokus dan sadar penuh (mindfull) dan menyadari momen-momen secara lebih sederhana dan sadar utuh.

Pada saat melakukan “thrifting” kita dapat merasakan sensasi ini sahabat Hijau. Jadi, di tengah Pemerintah akan membatasi pasar thrifting impor khususnya perdagangan illegal, apakah kamu yang penggemar thrifting akan beralih ke pakaian baru tanpa perlu sibuk-sibuk memilih? Atau ada jalan tengah misalnya regulasi yang mengatur dengan baik alur perdagangan barang impor, tentu dengan tetap memastikan produk-produk fesyen domestik dapat bersaing.

Atau kita akan datang secara diam-diam demi memenuhi hobi? Atau segera hanya duduk di teras dan mendongeng pada anak-anak kita perihal wisata barang bekas yang selalu layak dikenang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2