Merdeka dari Kepungan Sampah

Klikhijau.com - Di tengah laju pertumbuhan penduduk bumi yang mendekati angka sembilan Milyar, kita menghadapi suatu masalah serius bernama sampah. Bumi ini terus terdesak oleh himpitan beban sampah y...

Merdeka dari Kepungan Sampah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di tengah laju pertumbuhan penduduk bumi yang mendekati angka sembilan Milyar, kita menghadapi suatu masalah serius bernama sampah. Bumi ini terus terdesak oleh himpitan beban sampah yang menyumbat ruang bergerak manusia. Berbagai masalah telah ditimbulkannya, mulai dari kemunculan berbagai macam penyakit hingga bencana alam.

Seorang aktor kawakan asal Inggeris bernama Jeremy Irons pernah dihantui kecemasan akut gara-gara sampah. Jeremy kemudian melakukan plesiran keliling dunia, tetapi tidak untuk mendatangi spot-spot indah—Jeremy justru berkeliling untuk melihat tumpukan-tumpukan sampah di berbagai belahan dunia. Semua bermula dari rasa penasarannya, mengapa semakin banyak orang yang mengidap alergi, menderita disleksia, bahkan Attention Deficit Disorder (ADD)?

Bersama seorang sutradara bernama Candida Brady, Jeremy terlibat dalam sebuah projek film dokumenter berjudul “Trashed”. Film berdurasi 98 menit tersebut memotret bagaimana pengelolaan sampah di berbagai negara, mulai dari Lebanon, Vietnam, Islandia, Amerika Serikat, Cina hingga Indonesia. Lewat film itu, Candida menemukan suatu fakta bagaimana racun-racun kimia seperti dioksin bisa ada pada tubuh bayi yang baru lahir, rupanya berasal dari sampah.

Pada sekuel awal film itu, Jeremy yang berdiri di sekitar pantai Sidon di Libanon menyaksikan pemandangan sebuah gunung sampah yang menjulang tinggi. Itu adalah rongsokan beragam sampah rumah tangga, sampah medis, cairan racun, hingga bangkai binatang yang telah bergelantur selama 30 tahun di kota itu.

Jeremy juga menjelajahi laut pasifik dan menyaksikan tarian berton-ton sampah. Sampah-sampah plastik kebanyakan. Binatang laut termasuk ikan-ikan akan memakannya. Lalu, biota laut tersebut kembali akan dimakan manusia. Maka, dalam tubuh manusia, racun polutan dioksin dapat terakumulasi. Melahirkan berbagai penyakit bahkan memperbesar angka kematian mendadak bagi manusia.

Film “Trashed” menegaskan perlunya suatu upaya serius demi menghalau dampak berbahaya di balik lonjakan beban sampah. Jeremy berseru: “kita semua harus melakukan sesuatu untuk bumi dan kelangsungan hidup manusia, mari mulai kurangi sampah!”

Seberapa Merdeka Kita dari Kepungan Sampah?

Benar kata Jeremy, harus ada upaya kolaboratif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi beban persampahan. Di Indonesia, dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup besar, sampah sudah menguasai pusat-pusat kota. Beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Jayapura dan lainnya telah terpapar volume sampah dengan skala besar.

Indonesia bahkan telah dinobatkan sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina. Parahnya, Penelitian lebih spesifik dilakukan oleh Lamb, et.al (2018) yang berjudul Plastic Waste Associated with Disease on Coral Reefs menunjukkan bahwa sampah plastik paling banyak ditemukan di Indonesia, yakni 25,6 bagian per 100 m2 terumbu karang di lautan. Ini berarti tidak sedikit sampah yang dihasilkan di darat telah dibuang ke laut. Persis seperti apa yang digambarkan dalam film “Trashed”.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2016, produksi sampah per hari tertinggi berada di Pulau Jawa, khususnya Surabaya. Pada 2015, produksi sampah di Surabaya sebesar 9.475,21 meter kubik dan meningkat menjadi 9.710,61 meter kubik di 2016.

Wilayah lain di luar Pulau Jawa yang produksi sampahnya tinggi adalah Kota Mamuju, yaitu 7.383 meter kubik dan Kota Makassar, sebesar 5.931,4 meter kubik pada 2016. Dari pemantauan Statistik Lingkungan Hidup pada 2010 hingga 2016, ditemukan bahwa kota-kota di Indonesia pada umumnya mengalami kenaikan produksi sampah. Tentunya dengan Pulau Jawa sebagai penyumbang terbesar karena kepadatan penduduknya yang lebih tinggi dibandingkan pulau lainnya (Irma Garnesia, Tirto.id).

Direktur jenderal pengelolaan sampah, limbah dan bahan beracun (B3) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan proyeksi volume sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga pada 2018 mencapai 66, 5 juta ton. Menurut Vivin setiap orang menghasilkan 0,7 kg sampah per hari. Bayangkan, betapa besar beban persampahan nasional.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2