Menyemai Harapan dari Pesisir Lae-Lae, Mahasiswa dan Anak Pulau Merawat Ruang Hidup

Menyemai Harapan dari Pesisir Lae-Lae, Mahasiswa dan Anak Pulau Merawat Ruang Hidup
Menyemai Harapan dari Pesisir Lae-Lae, Mahasiswa dan Anak Pulau Merawat Ruang Hidup. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Menariknya, aksi yang berlangsung selama tiga hari ini tak cuma menjadi panggung edukasi satu arah. Dalam pandangan antropologis, interaksi antara mahasiswa dan warga lokal adalah proses saling belajar (co-learning). Ketua HUMAN FISIP Unhas periode 2026/2027, Muhammad Syahrul Sya’bana, menggarisbawahi bahwa persoalan sampah di wilayah kepulauan tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyalahkan kebiasaan individu semata.

Ada dimensi struktural yang lebih luas—mulai dari ketersediaan sarana pengelolaan sampah, pola konsumsi publik, hingga kebijakan tata kelola wilayah pesisir yang holistik. Selama kegiatan, para mahasiswa turut mengumpulkan data lapangan mengenai kondisi serta karakteristik sampah di Pulau Lae-Lae guna melengkapi pembacaan mereka atas masalah ini.

"Di program BASIS ini kita semua sama-sama belajar, siswa-siswi belajar tentang sampah, kami belajar tentang Pulau Lae-Lae," kata Syahrul.

"Persoalan sampah sejatinya adalah masalah struktural yang berakar dari kebiasaan individu hingga kebijakan di tingkat atas. Melalui program BASIS, kami mengambil langkah nyata untuk merespons krisis ini dengan membangun fondasi kesadaran lingkungan sejak dini dari generasi muda. Kami berharap langkah kecil ini bisa menggerakkan perubahan yang lebih besar," tambahnya.

Ketika matahari mulai condong ke barat di pesisir Lae-Lae, kantong-kantong sampah hasil pembersihan bersatu di titik kumpul. Namun yang tersisa setelah kegiatan usai bukanlah sekadar pesisir yang terlihat lebih bersih, melainkan benih-benih kesadaran baru yang tertanam di benak murid-murid pulau. Ketika generasi muda pesisir mulai memahami keterhubungan antara sampah di tangan mereka dengan kelestarian laut di depan rumah mereka, harapan akan keberlanjutan ekosistem kepulauan sedang dirawat dengan amat nyata.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: