Menyemai Harapan dari Pesisir Lae-Lae, Mahasiswa dan Anak Pulau Merawat Ruang Hidup

Menyemai Harapan dari Pesisir Lae-Lae, Mahasiswa dan Anak Pulau Merawat Ruang Hidup
Menyemai Harapan dari Pesisir Lae-Lae, Mahasiswa dan Anak Pulau Merawat Ruang Hidup. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Koordinator Divisi Humas HUMAN FISIP Unhas, Nabila Ali, menegaskan bahwa membangun kepedulian lingkungan pada generasi muda di kawasan pesisir adalah investasi jangka panjang. Perubahan besar di tempat yang paling terisolasi sekalipun selalu berakar dari kebiasaan-kebiasaan sederhana di lingkungan terdekat.

"Kami percaya perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Melalui BASIS, kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ungkap Nabila. Ia menambahkan bahwa kebiasaan memilah sampah yang dipelajari di sekolah diharapkan mampu menjadi 'virus kebaikan' yang dibawa pulang oleh para siswa ke rumah masing-masing.

Pendekatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Wakasek Kurikulum SMPN 41 Satu Atap Makassar, Fadli, menilai hadirnya para mahasiswa membawa energi baru bagi proses pembelajaran ekologi anak didiknya. Kehadiran ruang diskusi dan aksi nyata seperti ini melengkapi materi teoritis yang selama ini diajarkan di kelas formal.

Ketua Tim Pelaksana BASIS, Muhammad Iksan Tasrim, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sengaja dirancang seimbang antara aspek kognitif dan praktik lapangan. Anak-anak diajak mengenali perbedaan sampah organik dan anorganik, mengerti bahaya microplastic bagi biota laut, hingga mengeksplorasi keterampilan mengolah sampah menjadi barang bernilai guna.

"Melalui kegiatan ini, siswa dan siswi diharapkan mengetahui lebih baik tentang sampah serta pentingnya pengelolaan sampah untuk mengurangi volume sampah. Selain pemahaman teoritis, diperlukan juga kreativitas siswa dan siswi untuk mengembangkan keterampilan," tutur Iksan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: