Bahas Tata Kelola Sampah, Azri Rasul Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di Unhas

Klikhijau.com – Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) KLHK, Dr Azri Rasul, SKM, M.Si., MH., sukses meraih gelar doktor Ilmu Admini...

Bahas Tata Kelola Sampah, Azri Rasul Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di Unhas
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) KLHK, Dr Azri Rasul, SKM, M.Si., MH., sukses meraih gelar doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pada sidang Promosi Doktornya, Azri Rasul berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Model Adaptive Collaborative Management (ACM) dalam Pengelolaan Sampah di Kota Makassar” di Aula Fisip Unhas, Kamis 20 Mei 2021.

Sidang promosi dibuka dan dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Prof Dr Armin Asyad, M.Si.

Promotor dalam sidang ini adalah Prof. Dr. HM Thahir Haning, M.Si. Dua Co-Promotor antara lain Prof Dr Muh. Akmal Ibrahim, M.Si dan Dr. Gita Susanti, M.Si.

Adapun yang bertindak sebagai penguji/penilai antara lain Dr. Badu Ahmad, M.Si, Dr. Muhammad Yunus, MA, Dr. Nurdin Nara, M.Si., serta penguji eksternal dari UNM Makassar yakni Prof Dr Haedar Akib, M.Si.

Di hadapan promotor dan para penguji, Azri Rasul sukses mempersentasikan hasil penelitiannya dengan sangat baik. Azri memotret tata kelola sampah di Makassar dan problematikanya, termasuk peran multi aktor di dalamnya.

Azri mengatakan pentingnya suatu paradigma baru dalam tata kelola sampah yang membuka ruang partisipasi publik. Menurutnya, peran penanganan sampah tidak hanya tugas pemerintah namun tanggungjawab bersama.

“Kebijakan tata kelola sampah sangat penting, tetapi partisipasi publik juga tak kalah pentingnya. Semua orang harus bisa mengambil peran dalam kebersihan lingkungan,” jelas Azri.

Meski begitu, tambahnya, diperlukan suatu “pemahaman kolektif” terlebih dahulu pada semua pihak dan elemen masyarakat. Pemahaman dan kesadaran harus diperkuat terlebih dahulu agar kebijakan tata kelola sampah yang diterapkan pemerintah dapat berjalan efektif.

Paradigma baru pengelolaan sampah

Dalam konteks Kota Makassar, Azri melihat bahwa pengelolaan sampah masih dilakukan dengan paradigma lama dan beberapa bagian telah menggunakan paradigm baru.

Menurut temuan dalam penelitiannya, Azri mengungkap bahwa dari sekitar 394.359 ton/tahun atau sebesar 7.900 m3 perhari sampah yang dihasilkan di Kota Makassar, hanya ada sekitar 5 % yang dikelola dengan paradigma baru. Sedangkan, ada 70 % lainnya dikelola dengan paradigma lama dan selebihnya tidak terlelola baik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2