Menilik Khasiat Pulasari sebagai Penyembuh Beragam Penyakit

Klikhijau.com – Pulasari atau Alyxia reinwardtii merupakan tanaman semak, merambat. Batangnya berkayu bulat, bercabang dengan warna hijau yang memiliki wangi tertentu dan rasanya pahit. Tanaman ini...

Menilik Khasiat Pulasari sebagai Penyembuh Beragam Penyakit
Bacakan Artikel

Kandungan minyak atsiri dan flavonoidanya berkhasiat menyembuhkan radang. Alkaloid tertentu bahkan mempunyai kemampuan mengurangi rasa nyeri dan bersifat sebagai penenang.

[irp]

Saponin digunakan untuk menekan edema atau pembengkakan karena penumpukan cairan, juga memiliki sifat anti inflamasi dan memperkuat dinding pembuluh darah. Ia dapat mempengaruhi tahap inflamasi (peradangan) dengan menutup kapiler yang bocor dengan mengurangi diameternya. Saponin menghambat kerja enzim lisosom yang merusak dinding pembuluh darah

Saponin menghambat kerja enzim lisosom yang merusak dinding pembuluh kapiler, sehingga menghambat terjadinya kebocoran (penyebab varises) (Anonim,
2005).

Klasifikasi ilmiah


  • Kerajaan: Plantae

  • (tanpa takson): Angiospermae

  • (tanpa takson): Eudikotil

  • (tanpa takson): Asteridae

  • Ordo: Gentianales

  • Famili: Apocynaceae

  • Subfamili: Rauvolfioideae

  • Bangsa: Alyxieae

  • Genus: Alyxia

  • Spesies: A. stellata


[irp]
 Khasiat, kegunaan, dan keamanan

Tanaman ini  banyak digunakan untuk mengobati sariawan, merangsang nafsu makan, mengobati batuk, mulas, kencing nanah, demam pada anak, kram usus (kulit), keluar darah memancar, sakit maag , tidak ada periode menstruasi dan keputihan (Sudarman, Harsono, 1985).

Pulasari umumnya digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit dan terdiri dari bahan tunggal dan campuran bahan herbal. Secara empiris pulasari digunakan untuk mengobati disentri dan diare (Sundari, 2001).

Tanaman ini juga ditemukan dalam komponen obat batuk tradisional dan obat herbal untuk asma, penyakit kuning, radang hati dan radang rahim (Sulistyo, 2000). Kulit kayubya digunakan untuk menurunkan demam, obat batuk, pusing dan disentri.

Korteks tanaman ini sudah lama digunakan oleh nenek moyang kita, sebagai komponen jamu anti-asma. Meski begitu data ilmiah yang menyebutkan bahwa khasiatnya sebagai obat asma masih sangat kurang (Mursito, 2000).

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: