Mengurai 2 Organisme Pengganggu Tanaman, Repellent dan Atraktan

Klikhijau.com - Dalam pertanian, tanaman apa pun akan sangat rentan terhadap hama, penyakit, serta gulma. Pada fase pertumbuhan dan perkembangannya. Hama, penyakit serta gulma tersebut di sebut dengan...

Mengurai 2 Organisme Pengganggu Tanaman, Repellent dan Atraktan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Dalam pertanian, tanaman apa pun akan sangat rentan terhadap hama, penyakit, serta gulma. Pada fase pertumbuhan dan perkembangannya. Hama, penyakit serta gulma tersebut di sebut dengan organisme pengganggu tanaman.

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ย adalah semua organisme yang dapat menyebabkan penurunan potensi hasil secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi, dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya (wikipedia.org.2020)

Komponen yang harus diperhatikan dalam pengendalian OPT adalah pemahaman bioekologi hama atau penyakit tersebut. Penggunaan pestisida dan herbisida sintesis dapat menimbulkan efek negatif. Baik untuk tanaman dan terutama bagi lingkungan.

Dampak buruk lainnya, penggunaan pestisida dan herbisida yang tidak tepat akan membuat hamaย  menjadi kebal (resistensi) pada hama sasaran, meningkatnya jumlah populasi (resurgensi) pada hama utama, mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Agen hayati dan musuh alami juga ikut mati akibat penggunaan yang tidak terkendali.

[irp]

Guna menghindari masalah tersebut, maka dibutuhkan pilihan alternatif dalam memgendalikan OPT tersebut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: