Mengurai Bahaya Limbah Detergen dan Cara Mengatasinya

Klikhijau.com – Mencuci pakaian tanpa menggunakan detergen. Rasanya agak ganjil. Detergen telah menjadi andalan untuk membersihkan pakaian dari noda. Terkadang pula, rasanya tidak cukup jika hanya...

Mengurai Bahaya Limbah Detergen dan Cara Mengatasinya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Mencuci pakaian tanpa menggunakan detergen. Rasanya agak ganjil. Detergen telah menjadi andalan untuk membersihkan pakaian dari noda.

Terkadang pula, rasanya tidak cukup jika hanya menggunakan detergen saja. Karenanya, tak sedikit orang yang menambahkan pewangi pakaian. Tujuannya agar pakaian lebih wangi.

Setelah selesai mencuci pakaian, kita akan menganggap permasalahan selesai. Padahal tidak semestinya begitu, sebab permasalahan lain baru saja dimulai, yakni permasalahan limbah detergen.

Pernahkah sahabat hijau bertanya, ke mana limbah detergen itu pergi dan berakhir di mana dan apa dampak yang dibawanya?.

Air atau limbah  detergen yang terbuang ke saluran air atau ke tanah dapat jadi sumber pencemaran. Di  Indonesia tingkat pencemaran air cukup tinggi.

Kenapa limbah detergen berbahaya? Itu karena memiliki kandungan kimia berbahaya. Kandungannya tersebut dapat merusak kualitas air, yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian biota air.

Limbah detergen sendiri mengandung senyawa kimia seperti fosfat, alkil fenoksi, alkil benzena sulfonat, dan diethanolamine. Senyawa ini sangat sulit terurai secara organik oleh mikroorganisme yang ada di dalam air.

Kabar baiknya, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) persentase pencemaran berat sungai di Indonesia telah mengalami penurunan sejak tahun 2015 hingga 2020 dari 79.5% jadi 50%.

Namun meski begitu, kita tidak boleh terlena, sebab pencemaran air sesedikit apa pun akan tetap jadi masalah yang serius. Sebab air adalah kebutuhan penting bagi manusia.


Salah satu penyebab pencemaran itu adalah limbah detergen. Dan meski mengalami penurunan, bukan berarti sungai—sebagai salah satu sumber air minum baik-baik saja.

Masalah pencemaran lingkungan ini, menjadi salah satu pula permasalahan lingkungan yang meresahkan dan mendesak diselesaikan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2