Menghilangkan Racun Berbahaya dari Udara dengan Tanaman

Klikhijau.com – Menanam tanaman dalam ruangan (indoor) memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya membuat ruangan lebih hidup, indah dan segar, tapi juga dapat memberi energi positif kepada penghuni...

Menghilangkan Racun Berbahaya dari Udara dengan Tanaman
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Menanam tanaman dalam ruangan (indoor) memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya membuat ruangan lebih hidup, indah dan segar, tapi juga dapat memberi energi positif kepada penghuni rumah.

Karenanya, banyak yang tertarik meletakkan tanamannya di dalam ruangan, baik ruang tamu, ruang kerja maupun di kamar tidur.

Hanya saja, tidak semua jenis tanaman cocok jadi tanaman indoor. Misalnya tanaman yang butuh paparan sinar matahari langsung, jelas tidak cocok diletakkan dalam ruangan.

Memiliki tanaman dalam ruangan memiliki arti lebih, juga manfaat. Menurut penelitian terbaru yang dipimpin oleh University of Technology Sydney (UTS) bekerja sama dengan Ambius, yakni sebuah perusahaan solusi tanaman terkemuka Australia,  telah menemukan bahwa tanaman dapat secara efisien menghilangkan asap kendaraan yang beracun.

Tidak hanya itu, tetapi juga termasuk senyawa penyebab kanker seperti benzena yang beterbarang di udara dalam ruangan.

Dalam sebuah bangunan, baik bangunan tempat tinggal, hotel, perkantoran hingga café biasanya terhubung langsung ke garasi parkir kendaraan.

Secara tidak langsung, asap kendaraan akan menyebar ke mana-mana. Dan tentu sulit untuk menghindari senyawa berbahaya yang dikeluarkan kendaraan.

Belum lagi banyak bangunan tempat tinggal yang dekat dengan jalan raya, sehingga  asap kendaraan akan mudah menyusup masuk ke dalam rumah.

Senyawa-senyawa yang dibawa kendaraan dan yang lainnya, dapat mengganggu Kesehatan kita. Karenanya dibutuhkan penawar untuk membersihkannya.


Sudah menjadi pengetahuan umum jika menghirup asap seperti itu dapat menyebabkan iritasi paru-paru, sakit kepala, dan mual, dan seiring waktu, menyebabkan peningkatan risiko kanker, asma, dan penyakit kronis lainnya, yang berkontribusi pada penurunan harapan hidup.

Tidak mengherankan, jika menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kualitas udara dalam ruangan yang buruk bertanggung jawab atas 6,7 juta kematian dini secara global.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2