Menghilangkan Racun Berbahaya dari Udara dengan Tanaman

Klikhijau.com โ€“ Menanam tanaman dalam ruangan (indoor) memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya membuat ruangan lebih hidup, indah dan segar, tapi juga dapat memberi energi positif kepada penghuni...

Menghilangkan Racun Berbahaya dari Udara dengan Tanaman
Bacakan Artikel

Secara tidak langsung, asap kendaraan akan menyebar ke mana-mana. Dan tentu sulit untuk menghindari senyawa berbahaya yang dikeluarkan kendaraan.

Belum lagi banyak bangunan tempat tinggal yang dekat dengan jalan raya, sehinggaย  asap kendaraan akan mudah menyusup masuk ke dalam rumah.

Senyawa-senyawa yang dibawa kendaraan dan yang lainnya, dapat mengganggu Kesehatan kita. Karenanya dibutuhkan penawar untuk membersihkannya.

[irp]

Sudah menjadi pengetahuan umum jika menghirup asap seperti itu dapat menyebabkan iritasi paru-paru, sakit kepala, dan mual, dan seiring waktu, menyebabkan peningkatan risiko kanker, asma, dan penyakit kronis lainnya, yang berkontribusi pada penurunan harapan hidup.

Tidak mengherankan, jika menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kualitas udara dalam ruangan yang buruk bertanggung jawab atas 6,7 juta kematian dini secara global.

Salah satu penyebab tingginya angka kematian itu, karena kebanyakan orang menghabiskan lebih dari 90 persen waktunya di dalam ruangan (misalnya di rumah, sekolah, atau tempat kerja) di mana dapat berkembang penyakit baru.

Solusi hemat dengan tanaman

Saat ini, solusi untuk mengatasi ancaman dari polusi udara dalam ruangan, telah ditemukan para ahli. mereka menemukan bahwa dinding hijau kecil Ambius, yang berisi campuran tanaman dalam ruangan, sangat efektif menghilangkan polutan berbahaya, dengan 97 persen senyawa beracun yang paling umum dikeluarkan dari udara sekitar dalam waktu delapan jam.

Sementara penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa tanaman dalam ruangan dapat menghilangkan berbagai macam kontaminan udara dalam ruangan.

โ€œIni adalah pertama kalinya tanaman diuji kemampuannya untuk menghilangkan senyawa yang berhubungan dengan bensin, dan hasilnya mencengangkan,โ€ kata penulis utama studi Fraser Torpy, pakar kualitas lingkungan dalam ruangan di UTS.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: