Mengenal SILIN dan SI-CAKAP dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Klikhijau.com – Pengelolaan hutan perlu mendapat perhatian serius. Inilah coba dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Untuk mendukung pengelolaan hutan, hari Senin tangga...

Mengenal SILIN dan SI-CAKAP dalam Pengelolaan Hutan Lestari
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pengelolaan hutan perlu mendapat perhatian serius. Inilah coba dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Untuk mendukung pengelolaan hutan, hari Senin tangga 29 November 2021 lalu, KLHK  meluncurkan Teknik Silvikultur Intensif  (SILIN)  jenis Merbau

Selain SILIN, KLHK juga meluncurkan Sistem Informasi Rencana Kerja dan Pelaporan. Sistem ini kemudian disingkat menjadi SI-CAKAP

Pengadaan SILIN  dilakukan guna mewujudkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Layanan Prima Dunia Usaha Kehutanan.

Dengan adanya SILIN Merbau berarti telah ada dua jenis SILIN, karena pada tangga  22 Januari 2019 lalu telah diluncurkan SILIN Meranti.

Untuk SI-CAKAP  sendiri pengembangannya diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi PBPH dalam proses perencanaan.  SI-CAKAP merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan layanan prima bagi dunia usaha.

Ciptakan lapangan kerja

Dengan adanya kemudahan dalam berusaha diharapkan dapat meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja di sekor kehutanan.

Sementara SILIN Merbau menurut Agus Justianto  selalu Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, pencanangannya menjadi momentum penanda peran penting dan strategis SILIN. Terutama dalam mewujudkan peningkatan produktivitas hutan alam dan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan khususnya di Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Merbau, merupakan jenis kayu niagawi yang secara alami banyak tumbuh di Provinsi Papua dan Papua Barat. Teknik SILIN Merbau merupakan inovasi yang dibangun secara kolaboratif. Tujuannya untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan dengan tercapainya optimalisasi fungsi hutan baik dari sisi ekologi maupun ekonomi dan sosial," kata Agus Justianto.

Ia berharap agar SILIN yang dikembangkan tersebut dapat senantiasa dievaluasi, diinovasi dan  menemukan hal-hal baru—demi perbaikan sistem ke depannya.

Selain itu juga memastikan agar melalui SILIN, target produktivitas kayu hutan alam sebesar 120 meter kubik per hektar dengan daur 20 tahun untuk jenis Meranti dan daur 30 tahun untuk jenis Merbau dapat terealisir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2