Mengenal SILIN dan SI-CAKAP dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Klikhijau.com – Pengelolaan hutan perlu mendapat perhatian serius. Inilah coba dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Untuk mendukung pengelolaan hutan, hari Senin tangga...

Mengenal SILIN dan SI-CAKAP dalam Pengelolaan Hutan Lestari
Bacakan Artikel

Untuk memaksimalkan kerja SILIN,  Agus meminta kepada unit manajemen pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) agar melaksanakannya dengan baik.

Menurutnya  saat ini pemerintah telah memberikan insentif  yang diharapkan, yakni tanaman hasil budidaya tidak dikenakan Dana Reboisasi (DR).  Tanaman tersebut juga menjadi aset pemegang PBPH selama izinnya masih berlaku.

"Oleh karena itu PBPH agar secara optimal melaksanakan SILIN yang saat ini diandalkan dalam upaya peningkatan produktivitas hutan alam," kata Agus.

Selain itu, Agus juga meminta kepada seluruh PBPH untuk membangun persemaian yang baik, sesuai dan memenuhi kaidah ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sektor hutan berperan besar dalam penurunan GRK

Bibit yang digunakan pun tidak boleh sembarang,  harus sesuai standar dan berasal dari pohon induk yang baik. Pohon yang dijamin baik kualitasnya. Namun, hal yang paling penting adalah persentase hidup tinggi. Karena peningkatan produktivitas hutan alam produksi hanya akan tercapai apabila pohon yang ditanam mampu hidup dan tumbuh dengan baik.

Tidak cukup hanya menyiapkan bibit saja, tapi ada penanaman dan  bibit yang ditanam itu harus senantiasa dilakukan perawatan dan pemeliharaan. Tujuannya untuk mendapatkan kayu dengan kuantitas dan kualitas yang baik.

Dalam target penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) sektor kehutanan memiliki porsi terbesar, mencapai 59,76%. Penurunan emisi GRK menuju Net Sink FOLU yang dituangkan dalam dokumen Long Term Strategy Low Carbon Climate Resilience (LTS-LCCR).

Pengelolaan Hutan Lestari menjadi salah satu aksi mitigasi sektor FoLU, antara lain melalui penerapan Reduced Impact Logging (RIL), multiusaha kehutanan, dan sistem silvikultur yang sesuai disertai penerapan teknik SILIN.

Berdasarkan semua upaya yang telah dilakukan, pemerintah optimis dapat mencapai Forest and Other Land Use (FoLU) Net Sink pada tahun 2030.

Sejalan dengan target Indonesia

Itu sejalan dengan pernyataan Presiden RI dalam forum COP ke 26 di Glasgow tentang komitmen Indonesia dalam melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sebagaimana yang tertuang dalam dokumen updated Nationally Determined Contribution (NDC). Target Indonesia dalam penurunan emisi GRK pada tahun 2030.

"Penguatan kebijakan multisistem silvikultur, multiusaha kehutanan dan teknik SILIN di dalam pengelolaan hutan produksi merupakan strategi jitu dalam upaya meningkatkan produktivitas hutan alam. Sehingga pemerintah akan terus mendorong penerapan SILIN melalui dukungan regulasi dan partisipasi para pihak," jelas Agus.

Agus membeberkan bahwa kunci penerapan   SILIN Merbau agar berhasil, harus dibangun komitmen  ersama-sama untuk menerapkan SILIN yang dilandasi pemahaman.

Landasan pemahaman yang dimaksud adalah bahwa penerapan SILIN untuk menjawab permasalahan yang dihadapi bersama. Bukan hanya pemerintah, tapi juga para pihak terkait pengelolaan sumberdaya hutan, unit manajemen, lembaga swadaya masyarakat, institusi perguruan tinggi, dan masyarakat.

SILIN ini tidak boleh berhenti, karena merupakan salah satu strategi KLHK dalam mewujudkan pengelolaan hutan alam produksi yang lestari ***

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2