Mengenai Limbah Cat, Ancaman, dan Cara Pengolahannya
Klikhijau.com – Warna berperan penting untuk membuat suasana terasa nyaman dan indah. Salah satu zat pewarna yang umum digunakan adalah cat. Cat terlihat sangat simple dengan tawaran warna yang ber...
Klikhijau.com – Warna berperan penting untuk membuat suasana terasa nyaman dan indah. Salah satu zat pewarna yang umum digunakan adalah cat.
Cat terlihat sangat simple dengan tawaran warna yang beragam—bisa dipilih sesuai selera. Saat ini, hampir semua orang bersentuhan dengan cat.
Tidak terbayangkan bagaimana buramnya sebuah rumah, barang, ruang publik dan lain sebagainya tanpa cat.
Hanya saja sisa cat yang tertinggal di dalam kaleng atau sisa cat yang tidak terpakai, terkadang terbuang begitu saja ke lingkungan.
[irp]
Padahal di balik tawaran warnanya yang menggiurkan, cat mengandung zat kimia berbahaya dan beracun seperti pelarut organik dan logam berat yang perlu diwaspadai.
Cat termasuk dalam golongan bahan berbahaya. Kehadirannya mengobok-obok lingkungan dan kesehatan. Cat juga memiliki sifat beracun dan mudah terbakar. Jadinya, limbah cat seringkali limbah cat dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar untuk industri.
Jika cat terbuang ke lingkungan, bisa berakibat fatal pada flora dan fauna, selain itu juga dapat mengeras di dalam tanah.
[irp]
Kandungan cat
Cat memiliki kandungan berupa komponen beracun dan berbahaya, di antaranya xylene, ethyl acetate, glycol, benzene, phenol, dan metilen klorida. Air limbah dari industri cat mengandung bahan organik dan logam berat dengan konsentrasi yang cukup tinggi. Pengolahan air limbah industri cat akan menghasilkan limbah lumpur atau sludge. Sludge IPAL ini juga dikategorikan sebagai limbah B3 karena mengandung logam berat dan pelarut organik. Lalu darimana sumber limbah cat berasal. Limbah ini berasal dari berbagai tempat, di antaranya sektor industri. Sektor ini cukup dominan dalam penggunaan cat dalam produksinya, semisal otomotis hingga elektronik. Sektor industri menghasilkan produk limbah cat yang beragam, di antaranya VOCs (Volatile Organic Compound), kemasan bekas terkontaminasi B3, partikel pigmen, filter bekas, lumpur cat, produk kedaluwarsa, cat kering, returned product (produk retur), dan tumpahan atau ceceran. Bayangkan, sekitar 80 persen dari limbah B3 yang dihasilkan oleh industri cat adalah berupa air limbahdari hasil pencucian dan tumpahan/ceceran cat. [irp] Selain sektor industri, sektor lain juga menjadi sumber limbah cat, yakni sektor komersil dan residensial. Meski mengandung bahan berbahaya, nyatanya cat tetap jadi primadona digunakan sebagai zat pewarna.Bahaya limbah cat
Kandungan berbahaya yang terdapat dalam cat, perlu ditangani dengan benar sesuai prosedur. Jika tidak, maka ancaman bahayanya akan menyebar, tidak hanya kepada manusia, flora, dan fauna, tetapi juga padalingkungan.-
Bagi manusia
-
Bagi lingkungan