Mencegah Pandemi dan Menghemat Biaya dengan Cara Melindungi Satwa Liar

Klikhijau.com – Satwa liar yang bernama kelelawar. Diduga kuat jadi biang kerok kelahiran virus corona. Virus yang membuat dunia terguncang hingga saat ini. Berawal dari Wuhan, Cina. Virus tersebut...

Mencegah Pandemi dan Menghemat Biaya dengan Cara Melindungi Satwa Liar
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Satwa liar yang bernama kelelawar. Diduga kuat jadi biang kerok kelahiran virus corona. Virus yang membuat dunia terguncang hingga saat ini.

Berawal dari Wuhan, Cina. Virus tersebut menyebar seluruh dunia. Namanya kemudian lebih populer dengan Covid-19. Ia menjadi pandemi yang hingga kini terus berlanjut.

Ancaman satwa liar pada kehidupan manusia akan terus pula berlanjut. Konflik antara manusia dan satwa liar acap terdengar.

Habitatnya yang diusik oleh manusia menjadi salah satu penyebab satwa liar kian “berbahaya”. Ancamannya bukan hanya pandemi, tapi juga dalam hal biaya (uang).

Karena itu, dibutuhkan satu solusi untuk menanganinya. Solusi itu adalah dengan melindungnya.

Tawaran tersebut datang dari sebuah analisis di  Science Advances. Analisis tersebut telah menetapkan bahwa melindungi satwa liar dapat membantu mencegah pandemi dan menghemat biaya ata uang.

Laporan tersebut menyarankan agar para pemimpin global dan pembuat kebijakan. Mereka harus mengubah pendekatannya terhadap virus zoonosis untuk mencegah kerusakan skala luas yang disebabkan oleh pandemi.

Membunuh 3 juta pertahun

Penyakit zoonosis merupakan penyakit yang ditularkan oleh satwa liar kepada manusia. Analisis baru-baru ini menunjukkan bahwa menghentikan perusakan satwa liar yang menyebabkan kontak manusia-hewan bisa lebih murah daripada menangani penyakit zoonosis.

Para peneliti mengatakan bahwa mencegah perusakan alam dapat merugikan dunia sekitar $20 miliar per tahun, yang hanya 10 persen dari kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh penyakit.

Kerugian yang disebabkan oleh penyakit zoonosis, setiap tahun, rata-rata 3 juta orang meninggal karena penyakit tersebut.

Makalah dalam analisis tersebut mengkritik pemerintah dan pembuat kebijakan yang hanya fokus pada penanganan wabah daripada pencegahan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2