Menata Sampah, Mengusik Penghidupan Warga TPA Tamangapa

Menata Sampah, Mengusik Penghidupan Warga TPA Tamangapa
Suasana Konferensi Pers Alaiansi Masyarakat Terdampak TPA Tamangapa di Sekretariat Yayasan Pabbata Ummi, Foto: Ist
Bacakan Artikel
Ulfia Kalsum

Mahasiswa Magang Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Ulfia Kalsum

Artikel terbaru dari Ulfia Kalsum (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

"Jika berbicara mengenai tata kelola yang berkeadilan, prosesnya tidak boleh timpang dan harus setara. Ketika banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, pemerintah seharusnya mengeluarkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Warga Menanti Kebijakan yang Berpihak

Masyarakat dan para pemilah sampah menekankan bahwa mereka tidak menolak konsep pemilahan sampah secara ekologis. Namun, mereka membutuhkan solusi konkret, mengingat mayoritas pekerja di TPA Tamangapa tidak memiliki ijazah formal untuk melamar pekerjaan lain.

Warga berharap pemerintah memberikan kepastian dan jaminan perlindungan kerja yang sah secara hukum, sehingga mereka tetap dapat bekerja dengan aman dan memperoleh penghasilan yang layak. Lewat Amarta, masyarakat berjanji akan terus mengawal permasalahan ini hingga pemerintah merealisasikan tata kelola TPA yang adil dan inklusif.


Pilih Halaman: