Menanti Terobosan Tempe sebagai Warisan Kuliner Budaya UNESCO

Klikhijau.com – Menyebut makanan tradisional Indonesia, rasanya tidak lengkap tanpa menyertakan tempe. Makanan ini  telah dikenal sejak lama. Tempe telah menjadi makanan atau kuliner khas Indonesia...

Menanti Terobosan Tempe sebagai Warisan Kuliner Budaya UNESCO
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Menyebut makanan tradisional Indonesia, rasanya tidak lengkap tanpa menyertakan tempe. Makanan ini  telah dikenal sejak lama.

Tempe telah menjadi makanan atau kuliner khas Indonesia. Keberadaannya mudah dijumpai di mana pun. Harganya yang terjangkau menjadikannya laris manis di pasaran.

Pun cara memasaknya tidak ribet, bahkan bisa menjadi beberapa jenis olahan makanan, tergantung pada selera yang memasak dan yang ingin menikmatinya.

Demikian pula dengan kehadirannya yang memberikan kontribusi yang besar terhadap produsen dan konsumen. Makanan ini biasanya dijajakan oleh mereka yang dianggap kurang mampu.

Sehingga bisa dibilang, tempe adalah makanan penolong bagi kaum papah, karena menurut I Wayan Redi Aryanta makanan ini berpenghasilan rendah, namun secara konsisten membantu kehidupan mereka.

Itu karena makanan olahan kedelai ini tersedia setiap saat untuk kebutuhan sehari- hari. Ditambah lagi cara pembuatannya sederhana, murah, distribusi pemasaran luas, dan sebagai sumber penghasilan.

Menurut Astawan, (2013), Indonesia memiliki beberapa jenis tempe, antara lain  tempe kedelai (dibuat dari biji kedelai), lamtoro (dari biji lamtoro), gembus (dibuat dari ampas tahu),  gude (dari kacang gude), benguk (dari biji koro benguk), koro (dari biji koro), bungkil (dari ampas pembuatan minyak kacang), dan bongkrek (dari ampas kelapa).

Namun, yang paling populer adalah yang terbuat dari  biji kedelai. Untuk saat ini, tempe telah terbang jauh hingga ke manca negara. Bahkan telah dikenal sejak tahun 1946.

Pada tahun 1984 saja, sudah tercatat sudah ada 53 perusahaan di Amerika,  8 perusahaan di Jepang, dan 18 perusahaan tempe di Eropa.

Tidak berhenti di situ, sepak terjang makanan khas Indonesia ini telah sampai pula pada  negara lain seperti India,  China,  Srilangka,  Taiwan, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, makanan satu ini sudah mulai dikenal meski masih di kalangan tertentu saja.

Akan didaftarkan di UNESCO

Kabar terbaru mengenai makanan tradisional Indonesia ini datang dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2