Memutus Rantai Ketergantungan Indonesia pada Impor Alat Kesehatan

Klikhijau.com – Indonesia masih tergantung pada impor alat kesehatan dan bahan baku obat dari berbagai Negara hingga angka fantastis yakni 90 persen. Demikian komentar tajam Kepala Badan Koordinasi Pe...

Memutus Rantai Ketergantungan Indonesia pada Impor Alat Kesehatan
Bacakan Artikel

Terbaru, di tengah wabah pandemi covid-19 ada inovasi mandiri pembuatan ventilator portable Vent-i karya anak bangsa,kolaborasi ITB,UNPAD dan YPM Salman lulus uji oleh Kementerian Kesehatan dan siap diproduksi. Ventilator ini diproduksi untuk kebutuhan penanganan covid-19 terutama untuk pasien yang masih bisa bernafas sendiri.

Beberapa inovasi di atas sebetulnya hanya gambaran kecil dari banyaknya potensi dalam Negeri sendiri yang belum diberdayakan.

Kemampuan anak bangsa dalam bidang teknologi khususnya di era 4.O sejatinya tak perlu diragukan. Generasi milineal yang tumbuh secara kreatif dan akan mengisi tugas-tugas sebagai penerus mestinya diberi ruang yang merdeka. Kemerdekaan dapat mereka peroleh jika segala potensi yang mereka miliki dibiarkan berkompetisi secara  jujur dan ilmiah.

Peran Perguruan Tinggi

Dalam konteks pembangunan kesehatan diperlukan implementasi peran konkret institusi pendidikan. Dunia Usaha dan investor perlu membangun industri kesehatan secara eviden based. Pemerintah adalah wasit dalam implementasi regulasi yang ada.

Bisnis hitam Alkes adalah buah dari pembiaran dan pemakluman yang menganggap hal tersebut sebagai cara meraup keuntungan semata. Membangun industri alat kesehatan sendiri bukankah akan memberi konstribusi terbukanya lapangan pekerjaan, sekaligus menutup potensi kekurangan alat-alat kesehatan dalam Negeri?

Bila itu dilakukan, dapat dipastikan Alkes tersebut dapat dibeli dengan harga terjangkau yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit di Indonesia?

Untuk mendapatkan kualitas para pengusaha atau investor yang bergerak dalam industri ini membutuhkan para ahli di bidang kesehatan. Mereka membutuhkan kerjasama dan informasi detail tentang AlKes dari segi jenis-jenis alat yang dibutuhkan hingga inovasi yang bisa dilakukan.

Para peneliti dari institusi pendidikan tinggi perlu diberi ruang untuk menciptakan hasil penelitian yang tepat guna dan memiliki kebermanfaatan bagi masyarakat.

Penelitian sebaiknya tak hanya orientasi Scopus, tapi penelitian mesti dipertanggungjawabkan secara sosial dan   tumbuh sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Dengan demikian, penelitian itu menjadi aset untuk pembangunan masyarakat Indonesia.

Seorang dokter gigi dapat berkolaborasi dengan sarjana teknik  elektro dan teknik mesin, mereka dapat menciptkan "Dental Chair" karya anak bangsa yang bahan bakunya dalam negeri. Pasca Covid-19 boleh jadi akan muncul inovasi baru berupa spesifikasi Suction Extra Oral untuk menyedot aerosol saat perawatan gigi dan mulut.

Regulasi Pemerintah

Jika program BKKPM dan Kementerian BUMN serius dalam melakukan reformasi khusus untuk membangun industri kesehatan sendiri, maka dapat dipastikan bahwa hal ini merupakan cikal bakal untuk mengurai salah satu masalah klasik yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Hal ini tentu akan membuka regulasi dan sistem pengadaan Alkes di kementerian Kesehatan. Harapan kita bahwa pembangunan industri kesehatan akan berjalan secara sinergis dengan regulasi yang transparan, efisien dan akuntable.

Akhirnya di tengah ujian dan pasang surutnya negeri ini, kita harus optimis bahwa suatu ketika nanti industri kesehatan akan bangkit, lebih percaya diri dengan kemampuan sendiri.

Kritik dan segala celoteh positif dan negatif  anak-anak bangsa hari ini dalam meneropong masa depan politik, sosial dan ekonomi merupakan buah dari sejarah yang diciptakan oleh proses panjang perjalanan bangsa ini. Dan kita wajib lebih dewasa untuk itu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2