Membaca 7 Puisi Beraroma Laut dari Tri Astoto Kodarie

Klikhijau.com –  Dalam buku kumpulan puisinya Hujan Meminang Badai,  Tri Astoto Kodarie banyak bercerita tentang laut. Lelaki kelahiran 29 Maret  1961 di Jakarta itu, menjadikan laut sebagai ladang...

Membaca 7 Puisi Beraroma Laut dari Tri Astoto Kodarie
Bacakan Artikel

biarkan layar berkibar bersama air mata
seperti gelombang yang tergenggam di tangan kita
mengepalkan tangan matahari tanda keberangkatan
membawa mimpi anak-anak di langit kemerahan

biarkan layar berkibar di atas perahu-perahu
yang mengantarkan gelombang pada laut
karena serangkaian kata merdeka yang kita tahu
hanyalah sebatas damai dan maut

parepare, 2003

[irp]

 

Eksotisme Ombak


 

meniti ombak laksana tarian yang penuh gerak
sampan melesat
mengejutkan ikan-ikan
melesatkan kecipaknya
sembunyi di karang-karang

siapa yang menghembuskan angin
dinginnya begitu kukenal
tapi ombak membaca kesetiaan
di pesisir pantai yang dangkal

seperti ombakmu memecah gelora birahi
suaranya melebihi petir siang hari
tapi biarkan kerinduan ini kubangun dengan angin
sebelum gerak sampan membawa pulang bau garam

parepare, 2002

 

Potret Nelayan Adalah Tembang Jiwa Kami


 

jauh amat, perahu-perahu pinisi nembus kegelapan
hitam cakrawala hitam nasib hitam ketaktentuan
kelap-kelip lentera berpendar
terangi kecemasan gelombang
kibar-kibar layar dihempas kesiur angin yang bimbang

o, adakah kedamaian memintas cakrawalamu?

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: