Meresapi 6 Puisi Taufiq Ismail yang Beraroma Alam

Klikhijau.com - Puisi Taufiq Ismail harus diakui sarat makna dan pesan moral. Bahkan mendengan namanya saja.  Ingatan kita akan tertuju pada puisi-puisi religi dan kritis. Puisi-puisi dari lelaki k...

Meresapi 6 Puisi Taufiq Ismail yang Beraroma Alam
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Puisi Taufiq Ismail harus diakui sarat makna dan pesan moral. Bahkan mendengan namanya saja.  Ingatan kita akan tertuju pada puisi-puisi religi dan kritis.

Puisi-puisi dari lelaki kelahiran 25 Juni 1935  di Bukittinggi, Sumatra Barat itu, memang terkenal dengan puisi religinya. Namun di balik itu, puisi-puisinya pun sangat kritis menyoroti keadaan Indonesia. 

Iya, ia selalu datang mengingatkan kita kepada Tuhan, dan beberapa puisinya menghentak kesadaran kita tentang keindahan alam dan juga bencana alam yang bersetia mengintai.

Ini beberapa puisi Taufiq Ismail yang beraroma alam:

 

Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

 

Membaca Tanda-Tanda

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya tidak begitu jelas
tapi kita kini mulai merindukannya

Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil tak lagi berkicau pergi hari

Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan hutan

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2