Melirik 7 Lagu Rhoma Irama dengan Pesan Lingkungan yang Menggugah
Klikhijau.com – Sang Raja Dangdut, Rhoma Irama telah menciptkan ribuan lagu. Pria yang lahir pada hari Rabu tanggal 11 Desember 1946 itu tak bisa dipisahkan dari musik dangdut. Rhoma Irama diyakini...
Anak Kera
Seekor anak kera Yang nakal tetapi sangat jenaka Pergi ke tepi pantai Tujuannya untuk bermain-main Ia pergi sendirian tanpa setahu induknya
Setelah puas bermain ia pun ingin pulang Tapi malang nasibnya ia tak tahu ke mana Menangislah akhirnya menyesali dirinya
Untuk ketika itu Lalu di sana seorang nelayan Anak kera jenaka Kemudian dibawanya bersama Dibawa ke dalam hutan tempat asalnya semula
Lagu di atas pertama dirilis pada tahun 1971. Pada lagu itu, kita akan menemukan pesan yang menggugah bahwa tempat terbaik bagi anak kera adalah hutan. Kita juga patut belajar dari nelayan yang menolong anak kera tersebut. Si nelayan tak mengambil anak kera itu untuk dipelihara, juga ia tak membunuhnya, tapi menyelamatkannya—membawanya ke habitat aslinya. Di saat perdagangan satwa liar kian marak, lagu ini bisa jadi renungan sekaligus tamparan bagi pelaku perdagangan liar satwa.Anjing dan Sampah
Kaupalingkan muka bila ‘ku memandang Kaupercikkan ludah bila ‘ku menyapa Begitu tega kaupatahkan hatiku Begitu tega kauhinakan diriku ‘Ku tahu diriku memang tak berharga Tetapi janganlah kaupercikkan ludah
Anjing lebih mulia dalam pandanganmu Hingga kauanggap aku sampah yang berbau Kalau engkau tak sudi jangan begitu caramu Sungguh penghinaanmu menyakiti hatiku
Cantiknya dirimu memang tak terkata Indahnya tubuhmu memang tiada tara Tapi betapa rendah budimu Tapi betapa buruk benar akhlakmu Jikalau begitu budi pekertimu Tiada berarti hai kecantikanmu
Lagu ini mengisahkan seseorang yang dianggap hina, bahkan anjing lebih berharga dari dirinya. Diksi anjing yang digunakan Rhoma rasanya memang tepat. Karena tak sedikit orang yang lebih menyayangi anjing peliharaannya dari pada orang lain. Anjing merupakan satwa yang jinak dan banyak dipelihara. Ia dianggap sebagai teman setia manusia. Bahkan ada beberapa film yang mengangkat kisah kesetian anjing. Sedangkan sampah, kita semua tahu, sampah merupakan masalah yang telah menggorogoti dunia ini. Ia dianggap menjijikkan, tapi tetap diproduksi oleh manusia. [irp]Bencana
Masih perlukah air mata Untuk menangisi dunia Yang selalu dilanda bencana Macam-macam malapetaka
Gempa bumi banjir badai topan Yang selalu membawa korban Dan juga ganasnya peperangan Yang menghantui kehidupan
Seakan-akan di dunia Tiada lagi keamanan Seakan-akan di dunia Tiada lagi ketenteraman
Apakah ini akibat kesombongan manusia Karena sudah merasa menundukkan semesta Agama cuma di lisan tak lagi diamalkan Keimanan pada Tuhan cuma berupa slogan
Bencana, judul yang dipilih Rhoma untuk lagunya ini memang singkat. Tapi isinya sangat padat sebagai renungan bahwa sifat kesombongan manusia bisa membawa bencana. Di Indonesia sendiri, hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang bencana alam. Lagu ini bisa jadi pengingat bahwa sifat sombong, dengan menganggap diri bisa menundukkan alam dapat membawa bencana alam berupa banjir, gempa dan tanah longsor.Di Tepi Pantai ( FT Lata Mangeshkar )
Di tepi pantai cinta bersemi Ombak putih menari menjadi saksi O, di tepi pantai
Pasir yang putih warna cintaku Gemuruh ombak detak jantungku Hembusan angin bisik jiwaku
O, hati terpadu sudah di dalam cinta
Meski singat saja, lagu ini mengandung diksi alam yang kuat. Lagu ini juga mengingatkan bahwa perasaan suka dan cinta seseorang bisa diwakili oleh fenomena alam yang terjadi. Lihatlah lirik Pasir yang putih warna cintaku/Gemuruh ombak detak jantungku/Hembusan angin bisik jiwakuKemarau
Setahun sudah tak turun hujan Bumi kering menangis retak Tiada daun walau sepucuk Tiada air walau setetes
Bagaikan musafir yang haus Di tengah gurun sahara
Panas terik sang matahari Bagai akan membakar bumi Begitulah bumi yang kering Menanti hujan menyirami
Insan dan hewan turut bersedih Pohon layu kering dan mati Kering dilanda musim kemarau Yang seakan tak mau berhenti Oh Tuhan berikan rahmat-Mu Agar kemarau berlalu
Kedatangan kemarau, selain disambut suka cita, juga disamput dengan duka lara. Itu karena seperti lagu di atas. Kemarau bisa membuat bumi kering dan daun-daun tak tumbuh. Kemarau yang panjang bisa membawa bencana ekologis yang serius, semisal kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi setiap kemarau datang. [irp]Malapetaka
Tiap malapetaka di dalam dunia Semua itu karena ulah manusia Mengapa banjir melanda membawa bencana Mengapa topan melanda membawa bencana Tanyakan dirimu Siapa yang mendatangkan banjir yang melanda Siapa yang mendatangkan topan yang melanda Itulah Tuhanmu
Bila ada kedhaliman atas suatu bangsa Murka Tuhan pasti datang sebagai pembalasan Banyak sudah bangsa-bangsa yang dihancurkan Tuhan Sebaiknya itu semua dijadikan pedoman
Tiap malapetaka di dalam dunia Semua itu karena ulah manusia Mengapa hama melanda merusak tanaman Mengapa gempa melanda dan membawa korban Tanyakan dirimu Siapa yang mendatangkan hama yang melanda Siapa yang menciptakan gempa yang melanda Itulah Tuhanmu
Lagu ini menceritakan bahwa malapetaka yang datang menimpa, tak lepas dari andil manusia. Rhoma mengajak kita bertanya pada diri sendiri, mengapa bencana tak pernah berhenti menimpa manusia. Banyak pesan yang bisa dipetik dari lagu ini, di antaranya agar kita bisa puasa untuk merusak alam, karena merusak alam tidak membawa kebaikan, tapi membawa malapetaka.Mata Air dan Air Mata
Panas sungguh menyengat Bagai membakar bumi ini Resah berjuta insan Di dalam menanti turunnya hujan
Jerit lapar menggema Ratap dan tangisan serta doa Tiada putus terucap Dari segelintir orang beriman
Air mata pun mengalir Mata air yang mengering Tandus-gersang bumi ini Tiada air setetes
Air mata pun mengalir Mata air yang mengering Tandus-gersang bumi ini Tiada air setetes
Tuhan, dosa apakah kiranya Hingga Kaumurkai semua Adzab pedih-Mu yang menggoncangkan hati
Tuhan, hanya pada-Mu kami Memohon pertolongan Limpahkanlah semua rasa kasih-sayang-Mu
Tuhan, kabulkan doa kami Biarkan kemarau berlalu pergi
Lagu ini, mirip dengan lagu kemarau. Bencana yang dihadirkan kemarau yang panjang memang tidak ringan.
Kemarau akan menyebabkan mata air berhenti mengalir, tapi air mata akan membanjir. Merusak alam bisa menjadi salah satu penyebab kedatangan kemarau dan terjadinya kekeringan yang membuat mata air berhenti mengalirkan airnya. Nah, itulah 7 lirik lagu Rhoma Irama dengan pesan lingkungan yang menggugah, semoga kita semua tergugah!. [irp]