Mataku Mata Air

Mataku Mata Air
Ilustrasi mata-foto/Gemini AI
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

hanya air kesedihan yang bisa padamkan api. dan air mataku, sumber segala sedih itu.

Kindang, Sept 2026

Bunga Rindu

kau melihat berita perkiraan cuaca, berharap akan ada hujan tiba besok pagi.

bunga rindu yang kau tanam mulai layu

selalu ingin kukatakan, buatkan saja segelas kopi tak bergula. lalu kau tatapi mataku. katakan kau mencintaiku, maka hujan akan menderas.

kau bisa menyeduh rindu sepuasnya

 Kindang, Sept 2026

Rumah Mata

ada rumah tumbuh di mataku
kayunya dari hutan adat yang telah berubah jadi markas para bandit

kupindahkan kayu-kayu itu ke mataku
sebelum diceburkan ke sungai menuju pinggiran kota
tempat segala kehancuran berawal

malam rasanya lebih cepat tiba
tapi burung-burung masih beterbangan
mencari pohon untuk tidur
melipat sayapnya yang pegal 

tak ada lagi pohon di kampung ini
dan besok burung-burung akan mati kelelahan 
terbang sepanjang waktu, sepanjang napas

rumah di mataku boleh kau kunjungi
tapi tak bisa menginap
tak ada lampu
hanya ada pekat
dan suara burung kelelahan

Kindang, September 2026

Kota Asing

sejak jalan penuh pepohonan itu berubah jalan tol
aku mulai tak mengenal kotamu
tapi aku semakin suka menatap alismu
itu serupa rimbunan pohon menangkal segala polusi

besok, rencana aku ke kotamu lagi
membawa dampo kesukaanmu
tapi, bagaimana caranya aku berhenti menangis
saat melintas di jalan tol itu
jalan yang merampas semua senyuman

untung saja, tak ada beton mampu mengambil ingatan tentangmu

Kindang, Sept 2026

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Tim Redaksi

Artikel ini disusun oleh tim redaksi