Masyarakat Adat Sulsel Dilatih Memantau Hutan dan Kayu

Klikhijau.com - Sebanyak 24 orang masyarakat adat dan masyarakat lokal dari delapan kabupaten di Sulawesi Selatan dilatih memantau hutan dan peredaran kayu. Pelatihan yang dilaksanakan JURnaL Celeb...

Masyarakat Adat Sulsel Dilatih Memantau Hutan dan Kayu
Bacakan Artikel

[irp]

Hasil dari program ini akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah untuk perbaikan instrumen tata kelola hutan berkelanjutan, salah satunya adalah SVLK.

Penguatan kapasitas masyarakat lokal

Pelatihan pemantau independen dari masyarakat adat dan masyarakat lokal ini merupakan satu komponen program untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sipil agar bisa mengambil peran.

Selain pelatihan, juga lokakarya yang akan dilaksanakan untuk instansi pemerintahan dan pelaku industri di bidang kehutanan. Juga lokakarya terintegrasi yang memadukan para pemangku kepentingan.

Menurut Mustam Arif, program ini merupakan tindak lanjut dari program tahun 2019 lalu yang juga didukung oleh Badan Dunia Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Uni Eropa lewat Program Forest Law Enforcement Governance and Trage (FELGT) atau FAO-EU FLEGT Programme.

Tahun lalu, JURnaL Celebes sebagai Focal Point Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan JPIK di lima wilayah untuk memantau peredaran kayu di lima provinsi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: