Masa Depan dan Tantangan Baru Pendidikan Lingkungan di Sekolah

Klikhijau.com – Pendidikan lingkungan kini semakin progresif di sekolah-sekolah. Saya melihat itu saat berkunjung ke beberapa sekolah. Ada harapan besar di sana, bertumbuhnya generasi baru yang lebih...

Masa Depan dan Tantangan Baru Pendidikan Lingkungan di Sekolah
Bacakan Artikel

Dalam praktiknya, program ini diharapkan dapat mengintegrasikan antara kegiatan pembelajaran dan penerapan perilaku ramah lingkungan di sekolah dan di masyarakat. Di dalamnya ada edukasi dan penguatan pada antara lain aspek kebersihan, fungsi sanitasi, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, konservasi air, konservasi energi, dan lainnya.

Dengan cakupan yang lebih luas, program PBLHS sejatinya dapat mendorong sekolah-sekolah yang seluruh aktivitasnya memastikan terwujudnya tindakan ramah lingkungan.

Sekolah-sekolah tentu harus bergegas menerapkan arahan dari program ini, tidak hanya karena demi memenuhi standar adiwiyata, tetapi karena indikator yang ada adalah praktik cerdas yang memang dibutuhkan saat ini.

Di sekolah dan di rumah

Sekolah harus hadir sebagai teladan dalam masyarakat. Anak-anak yang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di sekolahnya akan membawa pulang kebiasaan baiknya itu di rumah dan di lingkungan sosialnya. Dengan demikian, para siswa juga sejatinya menjadi influencer dalam kehidupan sehari-hari.

[caption id="attachment_10841" align="alignnone" width="650"]SD Kompleks Borong Optimis Mewujud jadi Sekolah Ramah Anak Senam cuci tangan SD Komplek Borong/Foto-Ist[/caption]

Tentu bukan perkara mudah. Anak-anak di sekolah masih harus berhadapan dengan dunia nyata antara lain: aktivitas buang sampah sembarangan di mana-mana, sungai-sungai dan lautan yang disesaki sampah plastik, juga pasar-pasar yang dikepung plastik sekali pakai.

Ini paradoks yang akan membuat anak-anak mengalami “cultural shock”. Apa yang diajarkan di sekolah tak linear dengan realitas yang tampak di kehidupan sosial. Oleh sebab itu, pendidikan lingkungan di sekolah juga harus mendiskusikan soal realitas sosial yang terjadi dan bagaimana mengambil peran di dalamnya.

Ini tantangan serius, kita berharap anak-anak di sekolah tak melegitimasi realitas yang dilihatnya. Juga tidak menganggap praktik ramah lingkungan di sekolah sekadar ritus sebatas di sekolah saja. Apalagi kalau sampai mereka melihat adanya aksi-aksi “memaksakan” penerapan sekolah ramah lingkungan demi label Adiwiyata.

Maka, selain di sekolah, anak-anak juga harus tercerahkan dari rumah. Penerapan sekolah ramah lingkungan harus diterapkan sepenuh hati agar sungguh-sungguh mengedukasi dan memberi jawaban kritis mengapa kita harus menerapkan gaya hidup ramah lingkungan?

Ini penting agar pembelajaran lingkungan para siswa di sekolah, tidak terancam sirna saat berhadapan dengan kehidupan nyata yang bebal.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2