Mamalia Besar Ini Kabur Setelah Kebakaran Melanda Taman Nasional Tesso Nilo

oleh -234 kali dilihat
Mamalia Besar Ini Kabur Setelah Kebakaran Melanda Taman Nasional Tesso Nilo
Mamalia besar ini kabur setelah kebakaran melanda Taman Nasional Tesso Nilo

Klikhijau.com – Taman Nasional Tesso Nilo yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau juga mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Kawasan dengan luas 38.576 hektare berdasarkan surat keputusan menhut No.255/Menhut-II/2004, kini diperluas menjadi 83.068 ha dengan memasukkan areal hutan produksi terbatas yang berada di sisinya, berdasarkan SK No.663/Menhut-II/2009.

Namun, kerusakan yang terjadi di kawasan itu akibat perambahan sudah sangat masif yang mengubah bentang alam hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Kawasan Taman Nasional ini terkenal sebagai salah satu habitat asli satwa endemik gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus).

KLIK INI:  Manggala Agni dari Sulawesi Menuju Bali-Tanggerang, Merah Putih tetap Berkibar

Satwa endemik bertubuh besar yang ada di Taman Nasional Teso Nilo dibina oleh tim Flying Squad. Terdapat delapan (8) gajah jinak, tiga (3) diantaranya merupakan gajah anakan.

Namun, sayangnya kebakaran hutan yang terjadi di kawasan konservasi ini mengusik keberadaan delapan (8) gajah sumatera yang ada.

Dilansir dari Suara.com, kawanan gajah yang ada berlarian mencari tempat yang lebih aman yakni ke perkebunan milik warga. Gajah-gajah ini tidak tahan dengan asap dan cuaca panas yang diakibatkan oleh kebakaran hutan di habitatnya.

Diperkirakan ada sekitar lima (5) gajah yang terbagi ke dalam dua (2) kelompok. Pergerakan kawanan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) itu menuju ke Desa Bongkal Malang di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu dan juga Kecamatan Cirenti, Kabupaten Kuantan Singingi.

Dikutip dari Tempo.com, pada saat yang bersamaan, personel BBKSDA, manggala agni dan Balai TNTN sedang sibuk berjibaku memadamkan kebakaran hutan.

“Akibat dari ada kebakaran di daerah Tesso Nilo. Inilah yang bikin kita kerepotan lagi,” ujar Andi Hansen Siregar, Kepala Bidang Wilayah I, BKSDA Riau.

KLIK INI:  Meski Mengancam Nyawa, Kenapa Thailand Enggan Membunuh Ular?

Gajah-gajah itu melarikan diri dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo diduga untuk mencari tempat perlindungan yang aman dan untuk mencari makan. Mereka merusak kebun sawit milik warga sekitar.

“Yang jelas mereka makan tanaman sawit milik masyarakat di sana,” tambahnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan dibantu oleh sebuah LSM lingkungan yang sudah berada di lokasi tersebut.

“Tim masih memantau terus, saya harap masyarakat jangan anarkis,” katanya.

Pihak BKSDA Riau dan Taman Nasional Tesso Nilo berharap warga tidak melakukan hal apapun yang dapat menyakiti satwa langka ini. Seperti yang kita tahu, bahwa mamalia bertubuh bongsor ini merupakan satwa endemik yang dilindungi oleh pemerintah.

Berdasarkan data BBKSDA, sebelumnya gajah liar dari TNTN juga pernah kabur pada pertengahan bulan Juni 2019. Gajah-gajah itu memasuki kebun masyarakat di Kabupaten Inhu, yakni di Kecamatan Peranap dan Kelayang untuk mencari tempat berlindung dan makanan.

KLIK INI:  Kukang, Si Mungil Manja dan 5 Fakta Unik Tentangnya