Mallsampah dan Hal-hal yang Perlu Diketahui Tentangnya

Klikhijau.com - Persoalan sampah memang terlalu klasik. Mulai dari tempat pembuangan hingga masalah pengolahannya. Sementara produksi sampah tidak pernah jeda. Kita selalu jijik dengan sampah, tapi...

Mallsampah dan  Hal-hal  yang Perlu Diketahui Tentangnya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Persoalan sampah memang terlalu klasik. Mulai dari tempat pembuangan hingga masalah pengolahannya. Sementara produksi sampah tidak pernah jeda.

Kita selalu jijik dengan sampah, tapi tidak pernah berhenti memproduksinya. Ancaman sampah terus saja mengintai. Khusus di Makassar, produksi sampah sangat tinggi.

Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Makassar mulai dikepung sampah. Hahkan menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya bahwa pada tahun 2018 lalu, produksi sampah di Makassar mencapai 1,4 juta kilo perhari sedikit lebih rendah dari Jakarta yang mencapai 1,5 juta perhari.

Melihat banyaknya produksi sampah tersebut, maka diperlukan upaya pengolalahan sampah yang efektif dan berguna bagi masyarakat.

Berangkat dari keresahan itulah yang mendorong  hadirnya sebuah mall  berbasik online, yakni Mallsampah Makassar. Jangan membayangkan mengunjungi mall sampah sambil menutup hidung karena tidak tahan dengan baunya.

Jangan pula membayangkan sebuah mall yang mewah, sebab Mallsampah Makassar hanya menawarkan pengolahan dan penjual sampah dengan online.

“Kami sedang mengembangkan website dan produk,” ungkap Adisaifullah Putra, salah seorang pendiri Mallsampah Makassar saat dihubungi via Whatsapp.

Pendirian Mall Sampah

Mallsampah didirikan oleh dua mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada tahun 2015  yang berawal dari project dua pendirinya, yakni Adisaifullah Putra dan Muhammad Faris.

Tahun 2017 resmi menjadi Perseroan Terbatas (PT). Pendirian Mall Sampah berfungsi sebagai layanan pengolahan sampah online untuk rumah dan kantor.

Menghubungkan masyarakat dengan pengepul dan pemulung di sekitar. Sehingga mudah menjual atau mengolah sampah yang bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan menjual sampah, bisa mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan masyarakat bisa mendapat tambahan pendapatan dari sampahnya,” terang Adi, sapaan akrbar Adisaifullah Putra

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2