Malam Qunut Ramadan, Tradisi Turun-temurun di Kampung Ini!

Klikhijau.com - Suasana lebaran selalu khas dengan berbagai embel-embel seperti baju lebaran, kue lebaran, suasana silaturahmi, ucapan saling memaafkan dan lainnya. Semua daerah di Nusantara melakukan...

Malam Qunut Ramadan, Tradisi Turun-temurun di Kampung Ini!
Bacakan Artikel

Ayam kampung yang telah dipotong-potong dibaluri dengan parutan kelapa dan bumbu khas lainnya, lalu dimasak hingga kuahnya habis. Dan menyisahkan ayam dan parutan kelapa yang kental dengan bumbu-bumbu khasnya.

Jika semua menu makanan matang dan siap disajikan, maka tibalah pada moment yang paling dinantikan. Yakni saat menunggu waktu berbuka puasa, dimalam ke 16 ramadan.

Saat itu di lingkungan Bonto Mangape semua rumah-rumah warga akan ramai dipadati sahabat dan kerabat yang datang berkunjung dan berkumpul hanya untuk menikmati dan merasakan kehangatan buka puasa bersama di malam qunut.

Moment buka puasa menjadi acara puncak perayaan tradisi unik malam qunut di lingkungan Bonto Mangape. Rumah-rumah warga akan dibalut suasana hangat dan penuh kesyukuran karena telah sampai pada pertengahan bulan suci ramadan dengan berkah sang maha Esa. Lalu berharap bisa meraih kemenangan dihari lebaran.

"Para tamu boleh membawa pulang legese' atau burasa'. Biasanya saya bikin sampai 17 liter. Itu sudah bisa dinikmati bersama keluarga sekaligus untuk dibagi-bagi kepada para tamu," ucap Haerani (51), Istri dari kepala lingkungan Bonto Mangngape, Nasrun (51) saat saya berkunjung ke kediamannya. Rabu (28/4/2021).

Setelah menikmati buka puasa bersama kerabat dan keluarga. Tradisi unik ini akan dilanjutkan di dalam masjid yang ada dilingkungan setempat. Setiap rumah akan membawa sajian menu makanan ke masjid itu. Biasanya mereka membawa dengan baki besar berbentuk bulat atau di Bulukumba disebut dulang.

Di masjid itu, setelah melaksanakan salat taraweh dan menunaikan doa-doa qunut, semua masyarakat yang hadir dalam akan melakukan tradisi makan bersama.

Sebagai bentuk kesyukuran kepada tuhan atas berkah umur dan kesempatan yang diberikan dalam menjalankan ibadan puasa. Seraya melangitkan doa dan harapan agar dapat bertemu kembali dengan ramadan yang akan datang.

Tradisi malam qunut di Bulukumba ini, merupakan satu kekayaan budaya keislaman asli masyarakat Bonto Mangngape yang akan terus dijaga dan dilestarikan. Generasi penerus di lingkungan yang berpenduduk 70 KK itu, turut andil menjaga kearifan lokal yang telah dilaksanakan turun-temurun.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2