Makna di Balik Nama Kupu-Kupu Sayap-Renda Ungu

Klikhjau.com - Apalah arti sebuah nama? Hal ini tidak berlaku dalam dunia taksonomi. Semua organisme wajib punya nama. Jika tak punya nama, mereka akan memberinya. Tentunya dengan tata cara yang sesua...

Makna di Balik Nama Kupu-Kupu Sayap-Renda Ungu
Bacakan Artikel

Saya kemudian mengecek nama Indonesia yang tersemat pada kupu-kupu ini melalui aplikasi Kupunesia. Mereka menamainya "Sayap-renda Ungu". Saya kira nama ini hanya mereka terjemahkan dari nama umum yang telah melekat sebelumnya.

Selain itu, beberapa literatur juga menyebutkan bahwa nama lain dari C. myrina adalah kupu-kupu bidadari. Julukan yang menggambarkan betapa menariknya kupu-kupu ini. Paduan warna ungu, jingga, putih dan coklat menghias sayap atasnya membuat siapa pun yang melihatnya akan terpukau. Dari foto saja akan menyihir siapa pun penikmatnya, apalagi jika melihatnya secara langsung di alam.

Boleh jadi karena kemolekannya membuat ia jadi incaran. Menjadi buruan pada kolektor dari kasta rendah hingga kelas kakap. Karena itu membuatnya ia terancam. Tak heran jika kemudian pemerintah menetapkannya sebagai satwa dilindungi.


Kupu-kupu endemik Sulawesi ini menjadi satu-satunya spesies kupu-kupu yang dilindungi dari keluarga Nymphalidae. Keluarga kupu-kupu yang lebih identik dengan warna kecoklatan dan berukuran kecil hingga sedang. Berbeda dengan keluarga Papilionidae yang umumnya berukuran besar dan lebih banyak spesiesnya yang dilindungi pemerintah.

Bagaimana populasi di alam saat ini? Saya cukup memantau spesies ini. Kupu-kupu sayap-renda ungu ini lebih menyukai tumbuhan nektar sebagai sumber energinya. Saya biasanya lebih sering menjumpainya di bawah tegakan hutan. Terbang di antara pepohonan dan sesekali mengunjungi wilayah terbuka. Mencari tumbuhan berbunga terutama Lantana camara.

Saat berjumpa pun lebih sering soliter atau sendiri. Jarang bisa berjumpa dalam jumlah besar, 3 atau 4 ekor.

Selama ini lebih sering menjumpai jantan daripada betina. Konon betina lebih suka pada hutan yang lebih terjaga. Hutan primer menjadi habitat utamanya.

Mereka termasuk kupu-kupu dimorfis. Memiliki perbedaan siginifikan antara jantan dan betina. Gambaran bentuk fisik di atas adalah kupu-kupu jantan. Sementara betina dari spesies ini memiliki warna yang menonton. Lebih didominasi warna coklat dengan renda yang serupa. Tak terlihat warna ungu dan jingga di sayap betina.

Begitulah dunia satwa, jantan selalu menarik dari sisi warna ketimbang betina. Karena itu tampak jantan lebih bersolek dibandingkan si betina. Namun betina memiliki kewenangan untuk menerima pejantan yang paling menarik untuk memadu kasih dengannya.

Semoga kupu-kupu bidadari ini terus eksis di alam. Memberi beragam faedah bagi alam dan manusia. Menjadi penghibur jitu bagi setiap manusia yang menikmati keindahan sayap-renda ungunya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2