Makassar, Kota yang Dikepung DAS Bermasalah

Makassar, Klikhijau.com - Banjir yang menerjang beberapa daerah di Sulawesi Selatan sepekan terakhir cukup menghawatirkan. Tiga daerah terkena dampak banjir paling berat yakni Kota Makassar, Maros, Go...

Makassar, Kota yang Dikepung DAS Bermasalah
Bacakan Artikel

Makassar, Klikhijau.com - Banjir yang menerjang beberapa daerah di Sulawesi Selatan sepekan terakhir cukup menghawatirkan. Tiga daerah terkena dampak banjir paling berat yakni Kota Makassar, Maros, Gowa.

Cuaca ekstrim menghantam sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan pada tanggal 21 dan 22 Januari 2019. Menurut pantauan BMKG, Intensitas hujan dan angin kencang yang terjadi disebabkan adanya daerah tekanan rendah di sekitar Laut Timor.

Selain itu, kelembaban udara yang tinggi disertai labilitas udara kategori labil sedang hingga kuat menyebabkan potensi awan hujan yang signifikan di wilayah Sulawesi Selatan khususnya pesisir barat dan selatan.

Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Makassar dan sekitarnya bermula sejak 21 Januari 2019. BMKG mencatat curah hujan di Panaikang 122 mm, Maros 133 mm, Hasanuddin 197 mm, Gowa 101 mm, dan Paotere 84 mm.

Lalu, pada tanggal 22 Januari 2019 curah hujan di Panaikang 65.4 mm, Maros 71.1 mm, Hasanuddin 78.4 mm, Gowa 92 mm, dan Paotere 78.4 mm. Adapun kecepatan angin tertinggi tercatat di Paotere 36 Knot (66.67 km/jam).

[irp posts="1294" name="Kecemasan di Negeri tanpa Narasi Sadar Lingkungan"]

Terjadinya bencana banjir

Tingginya intensitas hujan tersebut menyebabkan bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa ditetapkan dalam status waspada.

Hal ini menyebabkan terjadinya bencana banjir yang meluas di wilayah Sulawesi Selatan terutama di beberapa kecamatan di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: