LPLHI Sulsel dan RQIQ Gandeng Pusdal LH Suma Gelar Bimtek Minimisasi Sampah

Klikhijau.com - Lembaga Promosi Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Rumah Quran Ibnu Qudamah (RQIQ) Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Minimisa...

LPLHI Sulsel dan RQIQ Gandeng Pusdal LH Suma Gelar Bimtek Minimisasi Sampah
Bacakan Artikel

Siklus hidup maggot dimulai dari telur maggot. Telur akan menetas dalam waktu satu minggu, kemudian akan menjadi larva atau baby maggot. Maggot dikembangkan di biopond (tempat pembesaran maggot) selama 21 hari dan diberi pakan sampah organik.

Selanjutnya, maggot akan memasuki fase prepupa. Selama 14 hari maggot tidak makan untuk menjadi pupa. Setelah memasuki fase pupa, maggot memerlukan waktu tiga sampai tujuh hari untuk bermetamorfosis menjadi lalat BSF. Ketika sudah menjadi lalat BSF, para pejantan hanya memiliki waktu tiga hari untuk berkembang biak dengan lalat betina.

Selepas melakukan proses perkembangbiakan, lalat jantan akan mati dan lalat betina akan masuk ke fase pembibitan atau bertelur selama tiga hari berikutnya. Lalat betina akan mengikuti jejak para pejantan setelah menyelesaikan proses bertelur. Begitu pula seterusnya siklus tersebut berulang.

โ€œBudidaya maggot BSF adalah solusi cerdas dan berkelanjutan untuk mengelola sampah organik.ย  Maggot BSF memiliki potensi ekonomi yang besar sebagai pakan ternak dan pupuk organik. Sampah organik memiliki peluang ekonomi melalui budidaya maggot BSFย  Dengan budidaya maggot, kita dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,โ€ kunci Andi Muhammad Munawar.

[irp]

 

Pilih Halaman: