Lemahnya Tata Kelola Sungai Picu Krisis Air Bersih

Klikhijau.com - Sungai Indonesia darurat sampah plastik akibat buruknya tata kelola lingkungan di Indonesia. Temuan ini pernah diluncurkan oleh tim Ekspedisi Sungai Nusantara. Ekspedisi itu diluncu...

Lemahnya Tata Kelola Sungai Picu Krisis Air Bersih
Bacakan Artikel

Data dari sensus ikan sungai Brantas yang dilakuan oleh Ecoton menunjukkan penurunan keanekaragaman ikan lokal di tahun 2023 di mana hanya ditemukan 7 spesies ikan lokal, jumlah ini berkurang drastis dibandingkan dengan data 10 tahun lalu. Belasan spesies sudah tidak ditemukan kembali

โ€œEkosistem sungai, jika airnya tidak mendukung dapat menyebabkan ikan bermigrasi ke tempat yang lain, bahkan bisa menyebabkan ikan mati dan punah jika pengelolaan sungai tidak baik,โ€ ungkap Tasya Husna peneliti sensus ikan Ecoton.

[irp]

Indonesia Harus Belajar dari Negara Lain

Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik negara lain dalam pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Diharapkan hasil dari World Water Forum dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik dan implementasi yang kuat di masa depan.

Pemerintah Indonesia harus melihat ini sebagai panggilan untuk beraksi, berkolaborasi antar elemen masyakarat. Upaya pemulihan sungai, pengurangan plastk sekali pakai, memfokuskan anggaran APBD dan APBN untuk pengelolaan sungai, memaksimalkan penegakan hukum bagi industri/perusahaan yang menemari sungai harus menjadi prioritas utama

Dengan komitmen dan tindakan nyata, Indonesia harus optimis dan bisa memperbaiki kondisi sungai dan lingkungannya sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat bagi generasi mendatang.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: