Kunjungan ke Rawa Aopa, Kapus P3E Suma: Ekosistem Rawa Ini Harus Dirawat untuk Keberlanjutan

Klikhijau.com - Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si, mengunjungi Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Sulawesi Tenggara, M...

Kunjungan ke Rawa Aopa, Kapus P3E Suma: Ekosistem Rawa Ini Harus Dirawat untuk Keberlanjutan
Bacakan Artikel

Dengan luas wilayah sekitar 1.050 kmยฒ dengan Ketinggian taman ini bervariasi di atas permukaan laut hingga ketinggian 981 m. Kawasan ini menjadi tempat perlindungan satwa-satwa langka dan endemik.

Dari berbagai sumber, tercatat ada 155 jenis burung dengan 37 jenis burung endemik dan 32 jenis burung langka. Hewan langka seperti Anoa, babirusa, buaya muara, rusa, musang sulawesi dan beberapa jenis primata seperti tangkasi dan monyet hitam juga terdapat di kawasan ini.

Selain satwa langka, kawasan ini juga memiliki 323 spesies tanaman. Banyaknya jenis spesies antara lain disebabkan oleh ekosistem yang bermacam-macam.

[irp posts="4273" name="Suntuk dengan Rutinitasmu? Berkemaslah Menuju 7 Desa Wisata Ini!"]

Selain itu, juga sebagai lahan untuk mencari nafkah penduduk yang berprofesi sebagai nelayan air tawar. Berbagai jenis ikan, mulai ikan gabus, pepuyu, bawung, nila dan sepat mereka tangkap dengan jala, bubu atau pancing.

Sementara rumput dan pandan baru dianyam sebatas tikar, belum banyak dikreasikan sebagai bahan kerajinan.

Oya, di sini juga tempat hidup bermacam jenis teratai, mulai teratai merah, putih, ungu hingga perpaduan beberapa warna sesuai cuaca. Ada yang mengapung dari jenis kiambang, ada yang tegak serupa anyelir.

Selain teratai, mata dimanjakan dedaun talas yang lebar, panda berduri, pudak hijau, rumput bulat, dan bunga bakung. Keindahannya sangat khas, tak pelak pastilah surga bagi Anda yang gemar traveling yang dipadupadankan dengan dunia fotografi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: