Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu   masih kuingat penuh halaman rumahmu ditumbuhi bunga-bunga dan sebatang pohon mangga harum manis ada balai-balai bambu di bawahnya kau pernah menja...

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu


 

masih kuingat penuh halaman rumahmu
ditumbuhi bunga-bunga
dan sebatang pohon mangga harum manis

ada balai-balai bambu di bawahnya
kau pernah menjamuku dengan ciuman di sana
.....kita bertukar napas....

daun-daun kau biarkan mengering
"aku suka daun kering," jelasmu
"aku suka melihatmu merawat bunga," kataku

dengan riang, bibirmu yang tipis
menjelaskan bunga-bunga di halaman rumahmu
"ini lidah mertua, bisa menangkal polusi udara," terangmu
"dan ini janda bolong, harganya selangit," lanjutmu

aku oh saja.

"aku ingin kau menjadikannya mahar," tembakmu

aku melongo....

kau belai janda bolong itu
aku bayangkan kau belai sekujur tubuhku

kuingat sepenuh-penuhnya halaman rumahmu
tempat kau menanti bunga janda bolong dariku

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2