Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu   masih kuingat penuh halaman rumahmu ditumbuhi bunga-bunga dan sebatang pohon mangga harum manis ada balai-balai bambu di bawahnya kau pernah menja...

Kuingat Penuh Mahar Janda Bolong Itu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kindang, 17 Mei 2020

*****

Donggia dan Janji Kita dalam Angin


 

akukah yang tiba dini di donggia atau bosan datang lebih awal?
di kaki donggia sungai alirkan airnya ke mata menuju muara.
kabut mengabut di pucuk Bawakaraeng.
jagung petani siapa panen.
rumput hijau pelukan.

donggia gigil, segelas kopi lesap berkumpul dalam darah
adakah rindu yang lebih peluh dari inginkan sua
aku telah pulang dalam pelukan malam menuju pagi di detak
berjalan ke arahmu dengan seduh yang perlahan hujan

donggia adalah bukit dalam napas
jalan belum sepenuhnya hitam
masih tanah basah
aroma kopi dan tembakau memabukkan hidung
dan mata kenyang hijau

aku telah sampai di donggia lebih dini dari janji di ujung pagi itu
“aku akan di sana,” yakinmu sambil membisikkan hari dan jam berapa
gegas aku. licin jalan kuabai saja.

aku yang lebih cepat sampai, atau bosan yang datang padamu lebih awal
pertemuan itu—lesap dalam angin

Kindang, 2020

I.R Makkatutu lahir di Bulukumba sekian tahun lalu. Saat ini 'mengisolasi diri di kampungnya yang bernama Desa Kindang

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2