Kopi Hilang di Meja Warkop

Sungai itu Mengalir ke Mata   sungai balantieng mengalir hingga ke matamu. bawa batu-batu, pasir, dan akar kayu, juga daun-daun tak mengering. di matamulah semua berakhir jadi masa lalu bu...

Kopi Hilang di Meja Warkop
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Sungai itu Mengalir ke Mata


 

sungai balantieng mengalir hingga ke matamu. bawa batu-batu, pasir, dan akar kayu, juga daun-daun tak mengering. di matamulah semua berakhir jadi masa lalu

bukit-bukit tatapi donggia dengan pucat. bambu betung di pinggir jurang itu telah jadi dangau. tempat para petani menjaga jagung, kopi, sayuran, dan juga napasnya.

orang-orang asing beraroma kini, di sabtu sore meraung-raungkan motornya. membawa tenda, karpet, dan buku agenda di kepalanya.

mereka berbondong ke barat, ke donggia, ke sungai balantieng, menghanyutkan apa saja dalam kepalanya, juga isi perutnya.

setelahnya mereka pulang, menuju laut—menikmati apa yang dihanyutkannya dengan rasa lapar dan haus kering

Kindang, Desember 2022

Sarabba di Meja Tamu


 

segelas sarabba dan pisang goreng diletakkan kenangan di meja tamu
meja yang bersepi-sepi setiap pagi
sejak hujan kadang-kadang mulai tiba dengan pertanyaan-pertanyaan

aku duduk menghadapi meja di ruang tamu itu
bersepi-sepi sendiri
hujan tiba dengan riang, menabuhkan diri di atap seng yang cokelat kehitaman

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2