Kisah Arung, Bayi Berusia 1,3 Tahun dari Takalar yang Menaklukkan Gunung Rinjani

Klikhijau.com โ€“ Pesona Gunung Rinjani tak pernah menyurut. Keindahan da tantangan yang ditawarkan, menarik banyak orang untuk mendakinya. Setiap orang yang pernah mendaki gunung yang terletak di Nu...

Kisah Arung, Bayi Berusia 1,3 Tahun dari Takalar yang Menaklukkan Gunung Rinjani
Bacakan Artikel

Saya melihat, mulai ada beberapa pendaki mengalami kelelahan. Pos ini termasuk trek yang sangat menanjak, sebelum mencapai Pelawangan 3.

Saking menantangnya, trek yang biasanya dilalui 3 jam akhirnya kami tempuh dalam waktu 5 jam perjalanan. Kami tiba sudah hampir Magrib.

Malam itu, kami putuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan karena kabut semakin tebal, dan cuaca semakin dingin.

Belum lagi, kami melihat kondisi anggota juga masih kelelahan. Maka kami putuskan untuk istirahat dan makan serta mempersiapkan pendakian berikutnya untuk menuju ke Pelawangan.

Dinamakan Perlawangan ini sesungguhnya punggungan Gunung Rinjani.

[irp]

Di sini tempat untuk camp bagi teman-teman pendaki yang ingin ke Puncak Dewi Anjani 1, 2, 3, 4. Semakin tinggi perjalanannya semakin dekat dengan tempat untuk camp. Kami tinggalkan tempat ini pukul 04.00.

Kemudian, dari Bukit Penyesalan kurang lebih kami tempuh selama 5 jam. Nama Bukit Penyesalan ini terasa unik.

Dinamakan demikian karena, katanya, kadang ada yang menyesal di sini. Bahwa ternyata untuk menuju ke puncak masih jauh, sementara mau pulang pun sudah kadung di atas.

Sampai di Danau Segara Anak kita bisa mendapatkan sumber air. Kembali kami camp di sini. Proses pendakian bersama orang dewasa dan anak-anak ini kami tempuh dalam waktu 12 jam untuk sampai di puncak kering.

Sempat kami mendirikan shelter karena di tengah perjalanan tiba-tiba datang badai. Sehingga kami putuskan untuk membuat folder tempat berlindung agar segera masuk.

[irp]

Semua memakai alat pengaman sendiri.ย  Setelah 30 menit, badai berlalu. Akhirnya pendakian bisa kita lanjutkan.

Pendakian di Gunung Rinjani ini saya perkirakan, 60% berasal dari mancanegara.

Sangat disayangkan, saat badai tidak ada penanganan. Bahkan Tim SAR, yang jumlahnya 3 orang, mungkin karena kelelahan hanya tidur.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: