Ketika Sampah yang Dibuang Dikembalikan ke Pemiliknya

Klikhijau.com – Membuat lingkungan bebas dari sampah bisa ditempuh dengan berbagai cara. Tergantung  pada tingkat kreativitas seseorang atau kelompok. Thailand misalnya,  mencoba menerapkan  cara u...

Ketika Sampah yang Dibuang Dikembalikan  ke Pemiliknya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Karena itulah, sudah sepantasnya jika mengunjungi suatu tempat, sebaiknya bawa pulang sampahmu atau membuangnya pada tempat  yang telah disediakan.

Banyak hewan berkeliaran

Taman Nasional Khao Yai memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab  menjadi warisan dunia oleh UNESCO. Karena itulah, taman tersebut harus dijaga dengan baik. Pemerintah Thailand menerapkan peraturan itu untuk  memberi peringatan kepada orang yang membuang sampah sembarangan.

Tersiarnya kabar pengembalian sampah itu berawal dari unggahan Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand, Varawut Silpa-archa di  Facebook pada 14 September lalu. Bagi Varawut membuang sampah di taman adalah kejahatan.

Tujuan unggahan itu cukup menampar orang yang sering membuang sampahnya sembarang. Unggahan itu untuk memperingatkan  agar pengunjung membawa pulang atau membuang sampah pada tempatnya.

Sebab jika tidak dibawa pulang atau dibuang pada tempatnya, bisa mencemari lingkungan.  Juga menjadi santapan  hewan di taman nasional tersebut. Itu sangat membahayakan bagi hewan-hewan di sana.

Cara menemukan alamat pembuang sampah

Tidak sulit menemukan alamat rumah pengunjung yang membuang sampahnya. Sebab  pada saat pengunjung hendak menyewa peralatan kemah. Mereka terlebih dahulu mengisi  formulir. Dari formulir itulah pihak taman nasional mengetahui alamat si pembuang sampah.

Pihak taman tersebut, bukan hanya mengembalikan sampah. Namun juga ada peringatan tertulis terkait perusakan sumber daya alam dan lingkungan. Merusak  taman bisa dihukum hingga lima tahun penjara dengan denda hingga 500 ribu Baht atau sekitar Rp235 juta.

Charinya Kiatlapnachai, Direktur Otoritas Pariwisata Thailand member apresiasi yang tinggi terhadapt aturan tersebut. Ia menilai  cara tersebut merupakan komitmen mereka menjaga keindahan serta kesejahteraan sumber daya alam di Thailand.

Kiatlapnachai menganggap bahwa  taman nasional dan satwa liar di Thailand memerlukan waktu untuk pulih akibat pembuangan sampah sembarangan enam bulan terakhir.

“Sikap Taman Nasional Khao Yai dan Menteri SDA dan Lingkungan Thailan memiliki niat terbaik untuk memastikan semua membantu negara tetap bersih, aman, dan indah," ungkap Kiatlapnachai

Sejak dibuka kembali pada tanggal 1 Juli 2020. Banyak wisatawan hadir dengan menggunakan sistem reservasi. Taman ini pernah ditutup beberapa bulan karena pandemik Covid-19.

Saat ini para pengunjung akan melewati pemeriksaan suhu dan persyaratan masker wajah. Melintasi  Taman Nasional Khao Yai pun batas kecepatan  harus diturunkan karena banyak hewan berkeliaran.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2