Ketika Burung Gagak Direkrut sebagai Petugas Kebersihan

Klikhijau.com – Setiap subuh, burung gagak peliharaan Asar akan berkicau. Burung itu selalu cepat bangun. Suaranya akan tembus ke rumah, meski ia berada di seberang jalan. Abdul Rahman, ayah dari A...

Ketika Burung Gagak Direkrut sebagai Petugas Kebersihan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Setiap subuh, burung gagak peliharaan Asar akan berkicau. Burung itu selalu cepat bangun. Suaranya akan tembus ke rumah, meski ia berada di seberang jalan.

Abdul Rahman, ayah dari Asar tak pernah senang ketika anak lelakinya itu memelihara burung gagak. Namun, beliau hanya bisa mengeluh. Beliau tak tega melepaskan burung gagak peliharaan putra yang telah memberinya dua cucu itu.

Asar membeli burung gagak itu di kampung istrinya, di Talle-talle, Bulukumba. Harganya seratus ribu rupiah.

Warnanya yang hitam pekat terlihat sangar dan mistis. Burung ini, di kampung saya, Kindang, Bulukumba namanya kao’kao’.

Tetua kampung—dulu jika mendengar suara kao'kao selalu meyakini akan ada kabar buruk. Karena itulah tak ada yang mau memeliharanya.

Namun, perkembangan zaman membuat aroma mistis banyak memudar—termasuk memelihara burung gagak. Bagi Abdul Rahman, tak ada bagus-bagusnya memelihara burung pemakan bangkai seperti itu. Hanya akan membawa celaka.

Burung gagak, menurutnya jauh lebih baik jika tidak didekatkan ke rumah (dipelihara), biarkan saja hidup liar sebagaimana kodratnya. Lagi pula tak ada gunanya jika dipelihara.

Anggapan itu ada benarnya pula, karena jika dilihat sekilas memang tak memberi manfaat apa-apa. Namun, anggapan itu bisa saja salah, jika merujuk ke sebuah  perusahaan di Swedia,  Corvid Cleaning.

Jadi petugas kebersihan

Perusahaan ini, seperti dilansir dari Inhabitat justru merekrut burung gagak  yang akan membantu membersihkan jalan-jalan Södertälje.

Tugas utamanya adalah membersihkan jalanan dari puntung rokok.  Gagak liar yang direkrut jadi “karyawan” kebersihan itu akan dilatih dan diberi hadiah makanan untuk membersihkan kota.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2