Kenapa Makassar Selalu Banjir? Ini Penyebab dan Solusinya!

  Klikhijau.com - Banjir di Kota Makassar sudah menjadi masalah tahunan yang meresahkan masyarakat. Setiap kali hujan deras mengguyur, berbagai titik di kota ini terendam air, menghambat aktiv...

Kenapa Makassar Selalu Banjir? Ini Penyebab dan Solusinya!
Bacakan Artikel

 

Klikhijau.com - Banjir di Kota Makassar sudah menjadi masalah tahunan yang meresahkan masyarakat. Setiap kali hujan deras mengguyur, berbagai titik di kota ini terendam air, menghambat aktivitas warga dan menimbulkan kerugian material.

Maka dari itu, warga di Kota Makassar bertanya-tanya tentang kenapa setiap musim hujan, Makassar selalu kebanjiran? apakah banjir ini semata-mata akibat cuaca ekstrem, atau ada faktor lain yang memperburuk situasi? Lalu, apa kira-kira solusi untuk mengatasi banjir di Makassar?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mewawancarai 10 mahasiswa yang juga mengalami keresahan terhadap banjir di Kota Makassar.

Dari 10 mahasiswa, ditemukan beberapa pandangan yang menarik berupa:


  •  4 mahasiswa menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase dan pembangunan infrastruktur penahan banjir seperti tanggul dan bendungan.

  •  3 mahasiswa percaya bahwa edukasi dan sosialisasi ke masyarakat soal pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan adalah solusi utama.

  •  2 mahasiswa menyoroti perlunya daerah resapan air dan pembatasan pembangunan di kawasan rawan banjir.

  •  1 mahasiswa menganggap bahwa banjir adalah tanggung jawab pemerintah dan sudah diatur dalam regulasi.


Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menilai solusi banjir harus mencakup perbaikan drainase, edukasi masyarakat, serta pelestarian daerah resapan air agar dampaknya bisa dikurangi.

Hasil dari wawancara ini juga sejalan dengan berbagai studi dan berita terkait banjir di Makassar. Banjir di Kota Makassar bukan sekadar fenomena musiman, tetapi masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ada beberapa penyebab utama yang berkontribusi terhadap banjir di kota ini, mulai dari:



  1. Buruknya Sistem Drainase Kota



Banyak sistem drainase di Makassar yang masih belum memadai atau mengalami penyumbatan akibat sedimentasi dan sampah. Di beberapa wilayah seperti Kecamatan Manggala, Panakkukang, dan Tamalanrea, drainase yang ada tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi.

Selain itu, banyak saluran air yang tersumbat akibat sampah rumah tangga dan limbah plastik yang dibuang sembarangan oleh warga, terutama di sekitar Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang. Akibatnya, saat hujan deras turun, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke jalan dan pemukiman penduduk.



  1. Berkurangnya Daerah Resapan Air



Pertumbuhan kota yang pesat menyebabkan banyak lahan hijau beralih fungsi menjadi kawasan permukiman dan pusat perbelanjaan. Di wilayah seperti Kecamatan Rappocini dan Biringkanaya, pembangunan yang masif menyebabkan air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga langsung mengalir ke jalan dan saluran air yang kapasitasnya terbatas.

Penelitian Universitas Hasanuddin juga menunjukkan bahwa perkembangan Kota Makassar yang pesat berkontribusi terhadap berkurangnya daerah resapan air yang tentunya meningkatkan risiko banjir.



  1. Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem



Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa intensitas hujan di Makassar meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pola hujan yang lebih ekstrem menyebabkan air turun dalam jumlah besar dalam waktu singkat, yang memperparah risiko banjir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2