Kelompok Dambu Kahbrai, Sandaran bagi Konservasi Anggrek Endemik Papua

Klikhijau.com – Kelompok Dambu Kahbrai telah memanen hasil dari perjuangan panjang mereka. Saat ini, Kelompok Desa Binaan  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua telah meraih beberapa...

Kelompok Dambu Kahbrai, Sandaran bagi  Konservasi Anggrek Endemik Papua
Bacakan Artikel

Zsa Zsa menjelaskan, proses mendapatkan izin penangkaran dimulai dari mendampingi kelompok menyusun AD/ART, mengajukan Akta Koperasi, menyusun proposal, dan melengkapi berkas, seperti NIB dan NPWP. Setelah semuanya lengkap, barulah izin penangkaran diajukan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS).

Setelah pengajuan berkas, Kelompok Dambu Kahbrai harus bersabar menunggu selama  proses verifikasi. Sekarang izin penangkaran sudah diperoleh. Zsa Zsa mengharapkan ini menjadi pemacu semangat untuk terus berjuang, berkarya, dan mendukung berbagai kegiatan konservasi, terutama dalam hal keanekaragaman hayati tumbuhan anggrek endemik Jayapura dan Papua.

[irp]

Kunjungan Menteri Kehutanan

Semangat itu semakin nyata ketika Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, berkunjung ke Kelompok Desa Binaan Dambu Kahbrai. Kunjungan berlangsung pada Sabtu, 23 November 2024. Sosok Menteri yang bersahaja dan inspiratif itu menyampaikan pesan berisi semangat, juga terima kasih kepada Kelompok Desa Binaan Dambu Kahbrai yang telah memberikan dedikasi terhadap konservasi.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Papua, A.G. Martana, mengungkapkan apresiasi dan rasa syukur atas semua pencapaian Kelompok Desa Binaan Dambu Kahbrai.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri Kehutanan beserta rombongan, atas kunjungan dan pesan-pesan semangat yang disampaikan kepada Kelompok Dambu Kahbrai. Kami berharap, semua hal baik ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat memang berperan penting sebagai ujung tombak konservasi,” ungkap Martana.(*)

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: