Keanehan Anggrek Baru yang Ditemukan di Indonesia: Berakar, tapi Tak Berdaun

Klikhijau.com –  Spesies anggrek baru kembali ditemukan di Indonesia. Nama ilmiahnya Chiloschista tjiasmantoi Metusala, sp. nov. Nama Chiloschista tjiasmantoi disematkan sebagai penghargaan kepada...

Keanehan Anggrek Baru yang Ditemukan di Indonesia: Berakar, tapi Tak Berdaun
Bacakan Artikel

Sosok anggrek ini didominasi oleh tumpukan akar fotosintetik yang warnanya menyerupai warna kulit batang pepohonan sehingga membuatnya sulit terlihat.

Oleh karena itu, lanjut Destario, kemunculan organ bunganya yang kecil namun berwarna kuning cerah menjadi sangat penting untuk mendeteksi keberadaannya. Spesimen berbunga yang telah dikoleksi dan diobservasi lebih lanjut menunjukkan ciri khas morfologi bunga yang berbeda dengan spesies Chiloschista lainnya, terutama C. javanica dan C. sweelimii.

Destario menyebutkan bahwa anggrek C. Tjiasmantoi masuk dalam kategori Genting (Endangered) menurut kriteria IUCN Redlist. Hal itu karena diperkirakan luas area sebaran dan jumlah populasi yang terbatas, serta ancaman ekspansi perkebunan dan perubahan iklim.

“Perluasan kawasan lindung di Aceh perlu segera dilakukan untuk melestarikan berbagai spesies tumbuhan yang terancam kepunahan, terutama spesies unik yang hanya ada di Propinsi Aceh,” ungkapnya.

Destario menjelaskan bahwa anggrek C. tjiasmantoi memiliki kuntum bunga dengan lebar 1-1.2 cm dan berwarna kuning dengan pola bintik jingga atau kemerahan. Dalam satu tangkai perbungaan yang panjang, dapat menghasilkan hingga 30 kuntum bunga yang mekar secara simultan.

Spesies ini umumnya ditemukan pada ketinggian 700–1000 m dpl, tumbuh menempel di batang pepohonan yang tua pada habitat semi-terbuka, berangin, dan lembap. Musim berbunga biasanya terjadi pada pertengahan Juli serta awal November hingga akhir Desember.

“Anggrek spesies baru ini telah berevolusi secara unik dengan mereduksi organ daunnya secara ekstrim sehingga proses fisiologi penting seperti fotosintesis dilakukan pada organ akarnya. Keunikan ini membuka peluang riset lanjutan untuk menelisik berbagai aspek biologinya” ungkap Destario.

Penyebab kenapa tak berdaun

Lebih lanjut, Destario mengungkapkan penyebutkan anggrek tak berdaun, dikarenakan sepanjang daur hidupnya, anggrek tersebut dalam kondisi tanpa organ daun.

“Semisal pun ditemukan daun, ukurannya amat sangat kecil, itupun hanya 1-2 helai saja dan akan segera gugur,” ucapnya.

Dikatakan Destario salah satu genus yang ada di dalam kelompok anggrek tak berdaun adalah genus Chiloschista.

Sebelumnya, Indonesia diketahui hanya memiliki 4 spesies yang dapat ditemukan di Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku. Hingga kini, belum ada catatan keberadaan anggrek Chiloschista dari Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Penelitian lebih lanjut mengonfirmasi bahwa anggrek dari Aceh tersebut merupakan spesies baru yang belum pernah dideskripsikan sebelumnya, sekaligus menjadi catatan pertama keberadaan anggrek Chiloschista di Pulau Sumatra. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal PhytoKeys.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2