Keanehan Anggrek Baru yang Ditemukan di Indonesia: Berakar, tapi Tak Berdaun

Klikhijau.com –  Spesies anggrek baru kembali ditemukan di Indonesia. Nama ilmiahnya Chiloschista tjiasmantoi Metusala, sp. nov. Nama Chiloschista tjiasmantoi disematkan sebagai penghargaan kepada...

Keanehan Anggrek Baru yang Ditemukan di Indonesia: Berakar, tapi Tak Berdaun
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Spesies anggrek baru kembali ditemukan di Indonesia. Nama ilmiahnya Chiloschista tjiasmantoi Metusala, sp. nov.

Nama Chiloschista tjiasmantoi disematkan sebagai penghargaan kepada filantropis lingkungan Wewin Tjiasmanto atas dukungannya terhadap upaya pelestarian flora di Indonesia, khususnya Aceh.

Penemuan ini semakin menegaskan Indonesia sebagai salah satu pusat penting keanekaragaman anggrek di dunia dan terus menghasilkan penemuan spesies baru.

Apalagi anggrek yang ditemukan ditemukan di Aceh, Pulau Sumatra itu merupakan anggrek endemik Aceh dari genus Chiloschista (Orchidaceae).

Genus ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1832 dan kini mencakup 30 spesies yang tersebar dari Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia.

Anggrek ini lebih dikenal oleh para hobiis di Indonesia dengan nama anggrek akar, mengingat penampakannya seperti sekumpulan akar-akar berwarna kehijauan.

Jenis ini merupakan kelompok anggrek epifit tak berdaun. Secara morfologi, bunga spesies baru ini menyerupai anggrek Chiloschista javanica yang endemik Jawa, tetapi memiliki beberapa perbedaan mencolok, seperti petal yang berbentuk oblong-obovate serta bentuk bibir bunga yang khas.

Perlu eksplorasi

Penemuan anggrek ini memiliki arti penting, sebab hal itu menunjukkan bahwa masih banyak habitat alami potensial di Indonesia yang perlu dieksplorasi.

Meski demikian, banyak eksplorasi botani yang dilakukan selama ini lebih berfokus pada genus-genus anggrek yang populer, seperti Dendrobium, Phalaenopsis, dan Bulbophyllum. Sementara kelompok anggrek tak berdaun (leafless orchid) seringkali kurang mendapat perhatian.

Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Destario Metusala menjelaskan bahwa pada 2019, dalam sebuah survei botani di Aceh, beberapa individu anggrek Chiloschista ditemukan tumbuh epifit pada pepohonan di perkebunan semi-terbuka yang berdekatan dengan hutan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2