Karena Sampah, Filipina Menarik Duta Besarnya di Kanada

Klikhijau.com – Kisah perseteruan karena sampah antara Filipina dan Kanada telah berlangsung hitungan tahun. Semuanya bermula di tahun 2014 ketika pihak berwenang di Filipina pertama kali mengangkat i...

Karena Sampah, Filipina Menarik Duta Besarnya di Kanada
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Kisah perseteruan karena sampah antara Filipina dan Kanada telah berlangsung hitungan tahun. Semuanya bermula di tahun 2014 ketika pihak berwenang di Filipina pertama kali mengangkat isu sampah ini dengan Kanada.

Filipina  menemukan kontainer penuh sampah telah dikapalkan antara tahun 2013 dan 2014. Awalnya kontainer-kontainer yang mengangkut sampah itu tiba di Pelabuhan Kontainer Internasional Manila.

Kontainer tersebut bermuatan plastik untuk didaur ulang, tapi nyatanya bukan. Yang ada adalah berton-ton sampah rumah tangga seperti popok bekas pakai.

Inspeksi lain kontainer yang tersisa di tahun 2015 menemukan kontrainer itu berisi sampah tak beracun seperti sampah rumah tangga dan sampah yang berasal dari jalanan.

Pada tahun 2016, pengadilan Filipina memerintahkan sampah itu dikembalikan ke Kanada dan biayanya dibebankan kepada importirnya.

Di tahun yang sama, Kanada mengubah peraturan mereka soal pengapalan sampah berbahaya untuk mencegah hal seperti ini terulang kembali.

Awal bulan Mei ini, Presiden Duterte mengkritik keras Kanada, mengatakan mereka telah mengubah negerinya menjadi "tempat sampah".

Puncaknya adalah ketika Filipina menarik duta besarnya di Kanada. Ini karena ketegangan antara kedua negara semakin meningkat terkait sampah yang dilabeli keliru sebagai 'bisa didaur ulang' namun ternyata tidak.

Menteri Luar Negeri Filipina mengatakan Kanada telah melewati tenggat tanggal 15 Mei untuk menarik kembali sampah yang mereka kapalkan pada tahun 2014.

Bulan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan ia akan "berlayar ke Kanada dan membuang sampah itu di sana".

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2