Kabar Gembira dari Bulukumba, Warga Anrang Kini Punya Kincir Air Super Keren untuk Air Bersih

Klikhijau.com - Di tengah gemuruh pembangunan modern, Desa Anrang memilih kembali ke kearifan lokal. Bukan turbin raksasa, melainkan kincir air sederhana yang menjadi solusi. Sentuhan alam berpadu...

Kabar Gembira dari Bulukumba, Warga Anrang Kini Punya Kincir Air Super Keren untuk Air Bersih
Bacakan Artikel

"Kincir air ini teknologinya cukup sederhana. Tapi yang utama adalah keinginan untuk memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Ali Saleng.

Turut hadir dalam peresmian Kincir Air tersebut anggota DPRD Bulukumba Dapil Bulukumpa-Rilau Ale, H. Ilham Bahtiar dan Nurlina, serta Kadis LHK Andi Uke Indah Permatasari.

Kincir Air Teknologi Lama yang Bangkit


Kincir air, teknologi sederhana yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, kini kembali menjadi primadona dalam perbincangan inovasi energi dan ketahanan air dunia.

Berkat prinsip kerjanya yang memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan energi mekanis, kincir air tidak hanya digunakan untuk suplai air di daerah terpencil, tetapi juga bertransformasi sebagai bagian dari sistem energi terbarukan modern.

Prinsip Kerja Kincir Air


Secara historis, kincir air telah digunakan sejak masa Yunani Kuno dan Kekaisaran Romawi untuk menggiling biji-bijian dan mengalirkan air irigasi (Abbasi & Abbasi, 2019). Prinsip dasarnya sederhana: energi kinetik dari aliran air diubah menjadi energi mekanis melalui putaran baling-baling atau roda air.

Menurut studi Aswandi dan Putra (2021), kincir air tipe undershot (roda berada di bawah aliran) banyak digunakan di sungai berarus cepat, sedangkan tipe overshot (air dialirkan dari atas roda) lebih efektif di daerah berbukit dengan saluran air terkontrol.

Kincir Air sebagai Solusi Suplai Air


Di banyak wilayah pedesaan, terutama di negara berkembang, kincir air telah menjadi alternatif penting dalam menyediakan air untuk irigasi dan kebutuhan rumah tangga.

Sistem kincir air non-elektrik ini dinilai lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibanding pompa berbahan bakar fosil.

Riset Sari dan Wibowo (2022) di Desa Banyumas menunjukkan bahwa kincir air sederhana mampu mengalirkan air hingga ketinggian 7 meter dengan debit 1 liter/detik tanpa menggunakan listrik.

Ini membuka peluang besar untuk sistem irigasi mikro di lahan pertanian kecil, khususnya di daerah pegunungan atau pedalaman.

Energi Terbarukan


Selain untuk suplai air, kincir air juga berkembang sebagai bagian dari sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Dengan memanfaatkan debit air kecil dari sungai atau kanal, kincir air dapat menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik skala lokal.

[irp]

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: