Ini Imbaun Gubernur Sulsel Memasuki Musim Basah!

oleh -63 kali dilihat
Ini Imbaun Gubernur Sulsel Memasuki Musim Basah!
Prof. Nurdin Abdullah/Foto-Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Hujan serupa kenangan yang hadir membasahi ingatan dan menggenangi pikiran. Kadang membuat tersenyum sendiri karena bahagia, kadang pula menjelma keresahan.

Ya, hujan dan kenangan mampu melahirkan kebahagian dan juga keresahan. Namun, jika dilihat dari dampak hujan beberapa tahun belakangan, kerap lebih melahirkan keresahan.

Untuk meminimalisir keresahan itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengimbau seluruh masyarakat Sulsel agar membersihkan lingkungannya jelang musim basah.

Terkhusus di daerah-daerah yang menjadi langganan banjir. Masyarakat diminta agar membersihkan lingkungan masing-masing untuk meminimalisir genangan air.

KLIK INI:  Sambangi Banyuwangi, Erick Thohir Bersama Bank Mandiri Dukung EcoRanger

Tahun lalu, hujan meresahkan, setidaknya sebelas daerah di Sulsel karena terkena bencana banjir. Salah satu penyebab terjadinya banjir adalah kerusakan lingkungan, salah satunya disebabkan oleh sampah yang dibuang seena perut ke sembarang tempat.

“Bagaimana memperbaiki daerah saluran-saluran kita kontrol supaya kita bisa hindari dari banjir dan sebagainya,” kata Prof Nurdin Abdullah usai pimpin upacara bendera memperingati hari korban 40.000, di Jalan Langgau, Makassar, Rabu lalu.

Tak hanya masalah kebersihan, Prof Nurdin juga, mengimbau kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar mempersiapkan kebutuhan pokok untuk menghadapi musim hujan kali ini.

“Kesiapan Badan Penanggulangan Bencana, kesiapan Dinas Sosial, kesiapan kita semua, Forkompinda juga dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem. Kalau cuaca normal saya kira tidak ada masalah tapi cuaca ekstrem ini harus kita antisipasi,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai keadaan jalan di depan kantor Gubernur Sulsel yang tiap tahun jadi langganan banjir, dia meyakini tidak akan terjadi banjir sebab durasi hujan saat ini pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Insya Allah tidaklah, kemarin (tahun sebelumnya) itu karena memang hujan yang harusnya turun dalam durasi seminggu. Turun sehari, dan sampai berjam-jam. Kalau sekarang ini saat hujan memang sedikit tergenang, tapi sebentar,” ujarnya seperti yang ditulis Abdul Kadir di Antara.

Dan harapan kita bersama, semoga tahun ini dan tahun-tahun mendatang, hujan tak lagi membawa resah. Namun, juga membawa kenangan indah yang bisa dikenang dengan senyuman.

KLIK INI:  Bicara di Forum 20, Menteri Siti: Indonesia Berbekal Tiga Kekuatan Membangun Lingkungan