Hutan di Kepala

Hutan di Kepala
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Redaktur Klikhijau.com, aktif menulis buku, puisi dan menyukai kopi ditengah kesibukannya mengaktivasi taman baca masyarakat.

 --

Kota tanpa Sarung

Semua bermula saat aku ke kotamu di utara 
aku bawa sarung, juga selimut
kau menertawakanku. kota tak butuh sarung, tak perlu selimut

dan benar saja, sarung dan selimut tak keluar ransel
aku bahkan lupa cara pakai baju
juga celana dalam
semua poriku jadi mata air
asin dan asing

aku cari pohon di kotamu itu
tak ada, hanya gedung dan gudang

Kamu tahu, langit selalu benci pada gedung
langit tak suka dicakar

“pernahkah kamu melihat pohon durian?”
“sering,” jawabmu
“di mana?”
“di sini,” jawabmu, singkat menggemaskan
kau mainkan gawaimu di depan mataku

aku ingin tertawa
ingin mengajakmu ke kampungku

tak perlu membawa selimut dan sarung
………ada pelukku…….

Kindang, Agustus 2026

---

Bau Tubuhmu

dan sungguh, jaket merah mawar ini masih menyimpan bau tubuhmu
aku telah mencucinya tujuh kali
dan bau tubuhmu gagal pergi

aku memilih menyerah
tak pernah lagi kucuci jaket itu
 
sekarang sedang kemarau
pak desa memujiku hemat air
sebab tak pernah mencuci jaket pemberianmu itu

besok, katanya aku akan diberi penghargaan
berupa jaket baru

Kindang, Agustus 2026

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2