Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Daerah, BMKG Imbau Tetap Waspada Jalani Libur Nataru

Klikhijau.com - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 telah tiba. Banyak yang mengisinya dengan bepergian--mengisi ulang energinya setelah tersekap rutinitas kerja. Namun, sebelum bepergian, khu...

Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Daerah, BMKG  Imbau  Tetap Waspada Jalani Libur Nataru
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 telah tiba. Banyak yang mengisinya dengan bepergian--mengisi ulang energinya setelah tersekap rutinitas kerja.

Namun, sebelum bepergian, khususnya mengunjungi tempat wisata ada baiknya sahabat hijau rutin mengecek cuaca. Nataru selalu identik dengan hujan.

Di Bulukumba bagian barat, khususnya di Desa Kindang dan sekitarnya. Ada istilah menarik perihal Nataru, yakni tahun baru China. Di mana hujan akan turun dengan sangat bebal, kadang lupa berhenti.

Libur Nataru tahun ini pun sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya berawan hingga hujan ringan dan sedang.

Namun demikian, di sejumlah wilayah tertentu masih terdapat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang perlu diwaspadai.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memantau informasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi dampak hidrometeorologi yang mungkin timbul.

BMKG berkomitmen untuk terus menyediakan layanan informasi cuaca yang akurat dan terkini, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Nataru.

“Di tengah perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan agar tetap tenang namun waspada, serta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama saat melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan malam pergantian tahun,” ujar Faisal, Jumat (26/12).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh La Niña lemah yang disertai IOD negatif, aliran angin dari Asia, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia, serta aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO, Kelvin, dan Rossby Ekuator yang mendukung pembentukan awan hujan.

Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia selatan Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 96S di selatan NTB turut memberikan pengaruh tidak langsung berupa perlambatan dan pertemuan angin. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi di beberapa wilayah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2