Forester Goes to School Hadir di Darul Arqam, Kenalkan Hutan dan Profesi Kehutanan kepada Santri

Forester Goes to School Hadir di Darul Arqam, Kenalkan Hutan dan Profesi Kehutanan kepada Santri
Forester Goes to School Hadir di Darul Arqam, Kenalkan Hutan dan Profesi Kehutanan kepada Santri. - Foto: Andi Fitrah Maulana/Klikhijau
Bacakan Artikel

ย 

Booth Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dari Balai P2SDM Wilayah VI memperkenalkan pekerjaan yang berkaitan dengan pemantauan dan pengelolaan ekosistem hutan. Sementara booth Penyuluh Kehutanan membuka gambaran tentang kerja-kerja pendampingan dan edukasi masyarakat.

Di booth Manggala Agni dari Balai Dalkarhut, peserta diperkenalkan pada aktivitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Adapun SMK Kehutanan Negeri Makassar menghadirkan booth peralatan praktik kehutanan.

Rotasi ini memberi kesempatan kepada santri untuk berinteraksi langsung dengan para praktisi. Mereka dapat bertanya tentang tugas, aktivitas lapangan, peralatan kerja hingga jalur pendidikan yang dapat ditempuh untuk masuk ke dunia kehutanan.

Bagi pelajar, pengenalan semacam ini penting karena pilihan profesi sering kali tumbuh dari sesuatu yang pernah mereka lihat dan alami secara langsung.

1.000 Bibit, Aksi yang Bisa Dirawat

Edukasi tentang hutan kemudian diterjemahkan ke dalam tindakan melalui penyerahan 1.000 bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang disediakan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) kepada Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Makassar.

MPTS merupakan jenis tanaman yang memiliki lebih dari satu manfaat, sehingga penanaman tidak berhenti pada fungsi penghijauan. Tanaman dapat memberi manfaat ekologis sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat, bergantung pada jenis tanaman dan cara pengelolaannya.

Di lingkungan pesantren, bibit-bibit tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk melihat proses yang sederhana tetapi membutuhkan ketekunan: menanam, menyiram, merawat, menunggu, kemudian menikmati hasilnya.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk merawat bibit tersebut agar tumbuh dan memberi manfaat.

Di titik ini, pesan tentang konservasi menjadi lebih membumi. Menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan aksi besar. Kadang ia dimulai dari kesediaan merawat sesuatu yang baru ditanam dan memastikan tanaman itu tidak berhenti sebagai simbol dalam sebuah acara.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: