Forester Goes to School Hadir di Darul Arqam, Kenalkan Hutan dan Profesi Kehutanan kepada Santri

Forester Goes to School Hadir di Darul Arqam, Kenalkan Hutan dan Profesi Kehutanan kepada Santri
Forester Goes to School Hadir di Darul Arqam, Kenalkan Hutan dan Profesi Kehutanan kepada Santri. - Foto: Andi Fitrah Maulana/Klikhijau
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Menjaga hutan tidak selalu dimulai dari tengah rimba. Di ruang belajar, halaman pesantren, hingga bibit yang dirawat sehari-hari, kepedulian terhadap hutan bisa tumbuh sejak usia sekolah. Pesan itu dibawa Kementerian Kehutanan melalui Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balai P2SDM) Wilayah VI bersama SMK Kehutanan Negeri Makassar saat menggelar โ€œForester Goes to School: Edukasi Kehutanan Interaktifโ€ di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Makassar, Sabtu (15/8/2026).

Sebanyak 150 santri jenjang SMP/MTs dan SMA/MA bersama guru pendamping serta stakeholder pesantren mengikuti kegiatan yang dirancang untuk mengenalkan hutan, pekerjaan di bidang kehutanan, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional โ€œ81 Aksi Kehutanan untuk Indonesiaโ€ dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat yang dibawa adalah โ€œSerentak Bergerak, Hutan Lestari, Indonesia Maju.โ€

Di Darul Arqam, pesan tentang hutan disampaikan dengan cara yang dekat dengan keseharian pelajar. Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, Penyuluh Kehutanan, Manggala Agni, Widyaiswara hingga tenaga pendidik hadir dalam satu ruang belajar yang memungkinkan santri bertanya, berdialog dan mengenal langsung pekerjaan yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari jauh.

Ketika Hutan Masuk ke Ruang Belajar

Kepala Balai P2SDM Wilayah VI, Kamaruddin, S.Hut., T., mengatakan Forester Goes to School menjadi momentum untuk memperkenalkan hutan dan berbagai profesi kehutanan kepada generasi muda.

Menurutnya, kepedulian terhadap hutan perlu dibangun sejak usia sekolah. Tanggung jawab menjaga hutan tidak berhenti pada pemerintah maupun petugas yang bekerja di lapangan, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.

Generasi muda, kata dia, memiliki ruang untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan mengambil bagian dalam menjaga hutan serta lingkungan.

Pesan serupa datang dari Pimpinan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Makassar, DR. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.SI. Ia mengapresiasi pemilihan pesantren tersebut sebagai lokasi kegiatan sekaligus berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sehari.

Harapan itu terutama diarahkan pada 1.000 bibit yang diserahkan dalam kegiatan tersebut. Bibit diharapkan dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan pesantren maupun para santri.

Ada pesan sederhana di baliknya, tanaman yang diberikan hari ini baru akan terasa manfaatnya setelah dirawat dalam waktu yang panjang.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: