Elang Ular Sulawesi, Elang Endemik yang Kehadirannya Dirindukan Petani

Klikhijau.com – Elang ular sulawesi (Spilornis rufipectus), yuk kenalan dengan salah satu satwa liar endemik di Sulawesi satu ini. Elang ular masih mudah kita jumpai di Taman Nasional Bantimurung Bulu...

Elang Ular Sulawesi, Elang Endemik yang Kehadirannya Dirindukan Petani
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Elang ular sulawesi (Spilornis rufipectus), yuk kenalan dengan salah satu satwa liar endemik di Sulawesi satu ini. Elang ular masih mudah kita jumpai di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Terbang mengintai mangsa di kawasan karst Bantimurung Bulusaraung. Sesuai dengan namanya pemangsa puncak ini juga mengincar ular sebagai makanan pokoknya.

Perannya cukup siginifikan yakni menjaga populasi satwa mangsanya. Dengan begitu populasi ular atapun tikus yang menjadi mangsanya tetap stabil.

Wah menarik ya....! Dengan begitu kehadirannya bagi petani sangat dibutuhkan. Terutama karena kehadiran tikus yang cukup mengganggu petani. Karenanya kemunculannya selalu dinanti.

Hanya saja belakangan ini kesukaan memelihara binatang liar mulai marak lagi. Termasuk elang. padahal semua jenis elang dilindungi loh. Ini berarti satwa ini tak bisa sembarang dipelihara pehobi.

Tak heran beberapa waktu lalu tepatnya: 20 Mei 2020, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melakukan pelepasliaran elang di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sebanyak 8 ekor elang yang berhasil mereka rilis ke alam. Elang-elang tersebut merupakan hasil sitaan dan serahan dari masyarakat.

Bagaimana ciri-ciri elang ular sulawesi?

Elang ular sulawesi ini nampak unik dengan bulu tegak di belakang kepala. Elang karismatik ini memiliki dada berwarna merah karat.

Sayap dan ekor elang ini memiliki stip hitam dan putih. Kaki dan paruhnya berwarna kuning. Elang ini bisa melayang tanpa mengepak. Biasanya fungsi ini ia gunakan saat memantau satwa incarannya.

Menurut Coates dan Bishop (2000), elang ular sulawesi ini memiliki kepala pucat bercoret. Bagian atas coklat bebercak gelap, bagian bawah putih dengan coretan gelap di dada.

Ketika sedang terbang dari bawah terlihat pucat, bulu terbang dan ekor berpalang gelap, penutup sayap bawah merah-karat, bertotol putih. Ukurannya sedang 41 sampai dengan 50 cm.

Habitatnya?

Elang ular sulawesi menyukai wilayah berhutan, pegunungan, hutan karst hingga perkebunan. Meski begitu Di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sendiri tim moitoring elang sering menjumainya di tepian karst.

Juga terkadang sering dijumpai mencari mangsa di sekitar persawahan milik warga. “Oktober 2019 lalu kami menjumpai 11 ekor pada spot monitoring kami di Pangkep. Termasuk jenis yang paling banyak yang kami jumpai,” terang Ramli, Pengendali Ekosistem Hutan Taman Naional Bantimurung Bulusaraung.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2