Ekonomi Biru, Kunci Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dan Penciptaan Lapangan Kerja

Klikhijau.com - "Ekonomi Biru: Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi Rumput Laut dan Garam." Tema tersebut diangkat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat menggelar Focus Group Discussion (F...

Ekonomi Biru, Kunci Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dan Penciptaan Lapangan Kerja
Bacakan Artikel

Karenanya, perubahan di laut mesti diperlambat karena hal tersebut dapat menyokong pengurangan emisi dengan lebih cepat. SROCC menekankan pentingnya peran ekosistem laut dan pesisir dalam membantu masyarakat untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Terlebih laut merupakan ekosistem yang mampu menghasilkan 50 persen oksigen, 25 persen menyerap emisi karbon, dan menangkap 90 persen kelebihan panas yang dihasilkan oleh emisi.

Jadi, laut memiliki peran penting terhadap dampak perubahan iklim sehingga penerapan ekonomi biru yang tetap mengutamakan kelestarian ekosistem laut penting untuk kehidupan manusia.

[irp]

Dapat meningkatkan ย PDB

Dilansir dari laman BRIN, Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menjelaskan bahwa ekonomi biru diharapkan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) maritim menjadi 15% pada 2045 serta menciptakan 12% lapangan kerja di sektor kemaritiman.

Namun, hingga saat ini, kontribusi PDB sektor maritim masih berada pada 7,9%, dan kesejahteraan masyarakat pesisir tetap menjadi tantangan besar, terutama di sentra budi daya rumput laut dan garam.

โ€œProduksi rumput laut Indonesia mencapai 9 juta ton secara nasional, namun peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir belum signifikan. Hal ini terjadi karena kendala teknologi tradisional dan tantangan tata niaga yang memengaruhi harga dan kualitas produk,โ€ ujar Hendrian.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: